Angin Kencang di Sumedang Akibatkan 10 Rumah Warga Rusak, Dua Orang Terluka

Angin Kencang di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat
Sumber :
  • BNPB

Jakarta - Angin kencang terjadi di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu sore, pukul 16.00 WIB. Akibatnya sejumlah rumah warga mengalami kerusakan hingga menyebabkan jatuhnya korban luka.. 

Kronologi 3 Anggota Keluarga Tercebur ke Sumur, 1 Meninggal Dunia

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan dampak kerusakan pascakejadian. Namun, berdasarkan laporan terakhir pukul 19.30 WIB angin kencang mengakibatkan atap rumah warga terbawa angin. 

"Sebanyak 10 rumah mengalami kerusakan saat angin kencang terjadi. Di samping itu, peristiwa yang bersamaan dengan adanya hujan lebat ini membuat sejumlah pohon tumbang. Kendaraan dan rumah warga tertimpa pohon yang roboh," ujar Abdul dalam keterangannya Rabu, 21 Februari 2024. 

Kendarai Sepeda Motor Baru, Pelajar SMA di Brebes Terlindas Truk 

Selain kerusakan, fenomena cuaca ekstrem ini menyebabkan dua warga luka-luka. Kedua korban ini berasal dari Kampung Situbuntu, Desa Mangunraga, Kecamatan Cimanggung, mengalami luka-luka. "Data sementara mencatat 19 KK atau 48 jiwa terdampak kejadian tersebut," ujarnya. 

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari

Photo :
  • BNPB TV
Terekam CCTV Cabuli Gadis Panti Asuhan, Ketua PSI Gubeng Surabaya Dicokok Polisi 

Dia menyebutkan angin kencang terjadi di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor. Selain di Sumedang, kejadian sama juga dirasakan masyarakat di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung, yaitu Kecamatan Rancaekek, Cicalengka dan Cileunyi. Hingga kini belum ada laporan dari BPBD setempat mengenai dampak angin kencang tersebut. 

Menurutnya, pascabencana angin kencang, BPBD di dua wilayah tersebut melakukan upaya-upaya penanganan darurat dan memastikan keselamatan warga. Personel BPBD juga telah berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan desa terdampak. 

"Menghadapi cuaca ekstrem, berupa angin kencang dan hujan lebat, warga diimbau untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dan mitigasi. Warga dapat melakukan pengecekan struktur atap bangunan untuk memastikan kondisi kokoh," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya