Petani di NTT Sampai Angkat Rumahnya Karena Tak Mencoblos Caleg Pemilik Tanah

Rumah Belasius Djelaut diangkat dari tanah milik Frans San di Manggarai NTT
Sumber :
  • Joe Kenaru NTT

Manggarai – Kisah ironis ini berawal dari desas-desus yang menyebut Belasius Djelaut dan istrinya, tidak mencoblos caleg DPRD Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur atau NTT dari Partai Golkar, bernama Frans San.

KPU Tetapkan Dua Caleg PDIP dari Dapil Jakarta 10 Melenggang ke DPRD DKI

Kabar beredar juga menyebut, kalau Frans San yang akhirnya tidak terpilih pada Pemilu 2024 ini murka, sampai melontarkan perintah agar Belasius Djelaut segera membongkar rumahnya. Karena rumah Belasius berada di atas tanah milik Frans San, yang terletak di Talang Desa Loce Kecamatan Reok Barat.

Informasi itu diterima Belasius Djelaut sehari setelah pencoblosan 14 Februari 2024. Petani 53 tahun itu kemudian mengecek kebenaran kabar tersebut melalui beberapa kerabat. Termasuk dengan adik kandung Frans San bernama Gaspar.

Wakil Bupati Sindir Bupati Manggarai yang Pecat Ratusan Nakes

Ternyata benar adanya, Frans San memang mengirim pesan agar Belasius harus segera angkat kaki. Sepulang dari bertemu Gaspar, Belasius menceritakan soal perintah bongkar rumah kepada keluarganya.

Beruntung, ada Yohanes Pano yang merelakan sebidang tanahnya untuk ditempati Belasius. Kebun milik Yohanes berdekatan dengan lahan milik Frans San.

Menteri PUPR: Pembangunan Rumah Menteri di IKN Sudah 80 Persen, Target Rampung Juli

Rumah berbahan kayu dan papan, yang tadinya mau dibongkar akhirnya diangkat utuh ke lahan milik Yohanes yang berjarak sekitar 50 meter dari kebun Frans.

 Video Angkat Rumah Viral

Rekaman saat rumah itu diangkat beredar luas sejak Minggu siang. Dalam video tersebut tampak sejumlah orang dengan enteng mengangkat sebuah rumah papan ke depan.

Di dalam video memperlihatkan lokasi yang merupakan areal kebun jagung.

Belasius Djelaut membenarkan rumahnya diangkat dan dipindahkan ke tanah milik kerabatnya berstatus ipar bernama Yohanes Pano. Adapun warga yang mengangkat rumah, kata dia merupakan warga Talang yang peduli dengan Belasius.

“Minggu pagi jam 8 kami angkat rumah kami ke tanah ipar saya Yohanes Pano jarak 50 meter dari lokasi lama. Itu masyarakat kampung sini yang angkat,” ujar Belasius Djelaut dihubungi ViVa, Minggu 26 Februari 2024.

Menurutnya, dia dengan caleg Frans San selama ini tidak memiliki masalah apapun terlebih dia sadar diri telah hidup menumpang di tanah Frans San sehingga begitu menghormati Frans.

Namun dia bingung, kenapa dirinya beserta istri dituduh tanpa dasar tidak memilih Frans San saat mencoblos di TPS 07 Talang.

“Informasi dari mulut ke mulut saja soal tidak pilih. Dari 4 kali maju Pak Frans baru kali ini terjadi begini. Saya sudah pulang ketemu Gaspar adik Pak Frans benar tidak suruh bongkar rumah dan memang benar makanya hari ini kami angkat,” tuturnya seraya menambahkan bahwa dia dengan Frans San sesungguhnya berkeluarga dari garis keturunan istri Belasius.

Belasius bersama istrinya Melania Indah, dan anak bungsu Bonafantura Rejeki, menetap sementara di kebun milik Yohanes Pano di dalam rumah kecil yang tampak seperti gubuk berlaskan tanah.

“Saya Ikhlas dengan kejadian ini Pak. Saya istri dan anak harus merasakan ini. Di sini tinggal sementara pak. Memang saya ada tanah warisan jauh dari sini. Saya sampaikan terima kasih kepada keluarga yang peduli dengan kami Pak,” sebutnya.

Frans San, kata Belasius, telah mendatangi lahan yang dikosongkan namun tidak bertegur sapa dengan Belasius. Begitu juga sebaliknya.

“Pak Frans sudah tahu lahan sudah kosong pas tadi ke sini (kebun). Tidak ada komentar dari dia,” tutupnya.

Laporan” Joe Kenaru, NTT

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya