BNPB Tegaskan Tak Ada Tsunami Susulan, Warga Diminta Tak Percaya Hoaks Gempa Flores

Gempa dengan magnitudo 7,4 yang terjadi di Laut Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 14 Desember 2021, menyebabkan kerusakan bangunan rumah dan fasilitas umum di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Sumber :
  • ANTARA

Flores, VIVA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak termakan isu atau informasi hoaks mengenai tsunami susulan. Imbauan tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers perkembangan penanganan gempa Flores pada Senin, 24 Agustus 2026.

img_title BNPB Akui Masih Ada Pengungsi Gempa Flores Belum Terima Bantuan, Ini Penjelasannya

Suharyanto menegaskan, masyarakat memang masih diliputi rasa takut akibat gempa susulan yang terus terjadi hingga hari kedelapan. Namun, ia meminta warga mempercayai informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bukan kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Suharyanto, selama delapan hari setelah gempa utama, tidak ada satu pun gempa susulan yang kekuatannya melebihi gempa utama.

img_title Korban Meninggal Gempa Flores Tembus 100 Orang, Sebagian Tak Tertolong Saat Dirawat

"Seandainya mereka ingin mengungsi, sebaiknya mengungsi ke tempat atau titik-titik pengungsian yang sudah terpusat, yang sudah ada di masing-masing desa, masing-masing kecamatan, dan masing-masing kabupaten," kata Suharyanto.

6.409 Gempa Susulan Terjadi hingga Hari Kedelapan

img_title BMKG Sebut Angin yang Buat Asap Karhutla Kalimantan Bisa Sampai ke Negara Tetangga

Berdasarkan laporan BMKG yang diterima BNPB, hingga Senin pagi tercatat sebanyak 6.409 kali gempa di wilayah Flores. Gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1.

Dari jumlah tersebut, terdapat 33 gempa dengan kekuatan magnitudo 5 atau lebih. Sementara itu, sebanyak 139 gempa susulan tercatat dirasakan oleh masyarakat.

Aktivitas tersebut membuat sebagian warga masih memilih bertahan di luar rumah meskipun tempat tinggal mereka tidak mengalami kerusakan atau hanya mengalami kerusakan ringan.

Namun, BNPB menyebut aktivitas kegempaan dalam dua hari terakhir mulai menunjukkan penurunan. Dalam 24 jam terakhir, hanya terdapat satu gempa yang dirasakan oleh masyarakat.

Menurut penjelasan BMKG, kondisi kegempaan masih dapat berlangsung hingga tiga atau empat minggu ke depan sebelum situasinya semakin stabil.

Isu Tsunami Picu Pengungsian Mandiri

Suharyanto mengatakan banyaknya gempa susulan dan rasa takut masyarakat turut menyebabkan munculnya titik-titik pengungsian mandiri di berbagai wilayah Flores.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagian masyarakat memilih mendirikan tenda di sekitar rumah, sementara sebagian lainnya bahkan mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi. Kondisi tersebut diperparah dengan beredarnya isu mengenai kemungkinan tsunami susulan.

BNPB menegaskan informasi tersebut tidak benar. Suharyanto meminta masyarakat mengikuti perkembangan gempa berdasarkan informasi resmi yang disampaikan BMKG setiap hari.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut