Nazar: Uang Anas Banyak, Triliunan

Muhammad Nazaruddin.
Muhammad Nazaruddin.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

VIVAnews - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin kembali diperiksa penyidik KPK, Rabu, 13 November 2013. Nazar yang mengenakan kemeja bir baru tiba di Gedung KPK sekitar pukul 22.10 WIB.

Nazar saat ini sudah berstatus terpidana kasus korupsi pembangunan wisma atlet Sea Games dan ditahan di lembaga pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung.

Rencananya, bekas anggota Komisi Hukum DPR itu akan diperiksa terkait kasus gratifikasi proyek Hambalang dan beberapa kasus korupsi yang melibatkan Nazaruddin.

"Saya mau diperiksa sebagai saksi untuk Anas," kata Nazaruddin di Gedung KPK.

Sementara itu, terkait dengan uang Rp1 miliar yang ditemukan penyidik KPK saat menggeledah rumah Anas Urbaningrum, Nazar mengaku jumlah tersebut masih terlalu sedikit dengan uang yang dimiliki Anas Urbaningrum.

"Itu masih sedikit uang yang didapat. Duit dia kan banyak. Triliunan," ujarnya.

Sedangkan mengenai pengakuan Anas yang kekeuh tidak menerima uang sepeser pun dari proyek Hambalang, Nazaruddin menganggap pengakuan Anas itu tak perlu dihiraukan.

Sebaliknya jika Anas secara ksatria mengakui telah menerima uang dari proyek Hambalang untuk maju menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, dan mengumpulkan uang dari proyek-proyek pemerintah untuk modal calon presiden baru luar biasa.

"Itu baru kami katakan berani jujur hebat (acung jempol). Kalau kaya gitu sih sudah biasa," tegasnya.

Sementara mengenai Sutan Bhatoegana yang mengaku tidak menerima uang dan Blackberry dalam kongres partai Demokrat, Nazarudin pun ikut berkomentar. Menurutnya yang menerimanya adalah sekretaris DPC-nya.

"Kalau Sutan itu, yang terima BB-nya itu sekrtaris DPC-nya. Karena waktu itu Sutan menjabat sebagai plt Ketua DPC Kota Medan. Yang menerima sekretaris dpc-nya. Kan terimanya ada Rp20 juta, US$3000, US$5000, US$5000. Itu untuk satu DPC," ungkapnya.