Belum Ada Korban Flu Babi di Indonesia

VIVAnews - Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari menegaskan hingga saat ini pihaknya belum menemukan korban flu babi di Indonesia. Potensi penyebaran flu ini di Indonesia diperkirakan kecil sekali.

Namun berapa prosentase kemungkinannya, Menkes mengaku lupa. "Pokoknya kecil sekali. sampai hari ini juga belum ada korban yang ditemukan di Indonesia," kata Menkes dalam jumpa pers di Kantor Menko Kesra, Jakarta, Senin 27 April 2009.

Gejala flu babi, kata Menkes, sebetulnya tidak berbeda jauh dengan gejala flu biasa atau flu burung pada umumnya, di mana korbannya terserang demam, batuk, hidung berair, dan sesak nafas.

"Yang perlu diperhatikan, virus ini bisa mati pada suhu tertentu," kata Menkes yang mengaku lupa berapa angkanya. Yang pasti, tegasnya lagi, Depkes belum mendeteksi adanya endemi flu ini.

Flu burung ini mulai menyerang sejumlah negara seperti di Meksiko yang memakan korban jiwa 103 orang sejak awal April 2009, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru dan Spanyol.

Seperti diberitakan, Menteri kesehatan Meksiko Jose Angel Cordova mengatakan jumlah pasien yang diduga terinfeksi virus flu babi meningkat menjadi 1.614 orang. Cordova juga menyatakan setidaknya 103 orang tewas akibat virus A/H1N1 ini.

Gejala flu babi meliputi demam lebih dari 37,77 derajat Celsius, sakit badan, radang tenggorokan, batuk, sulit bernapas, dan dalam beberapa kasus pasien muntah-muntah dan diare. Belum ada vaksin khusus untuk menanggulangi virus flu babi. Virus ini biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan babi.