Gubernur Ungkap Alasan Lampung Jadi Pengekspor Begal

Pembegal.
Sumber :
VIVA.co.id
Modus Baru Begal, Pura-pura Tersenggol Motor Korban
– Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo, memaklumi provinsi yang dipimpinnya disebut masyarakat sebagai daerah pengekspor begal. Dia bahkan mengakui bahwa sebagian pembegal atau pelaku pencurian dengan kekerasan sepeda motor adalah warga asal Lampung beroperasi di Jakarta dan sekitarnya serta beberapa daerah di Jawa.

Ibu Rumah Tangga Jual Ribuan 'Pil Setan' ke Begal


Menurut Gubernur, munculnya para pelaku begal karena tingkat penghasilan masyarakat Lampung masih rendah. Untuk mengatasinya adalah dengan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Tugas pemerintah daerah memberikan program pembangunan yang menyejahterakan rakyat.

“Jangan salahkan orang lain, karena kita yang salah. Saat ini tugas kita adalah bagaimana bisa menyejahterakan masyarakat, agar begal bisa diatasi,” kata Ridho di Bandar Lampung, Rabu, 25 Maret 2015.

“Jangan sampai Provinsi Lampung menjadi duta besar begal se-Indonesia,” Gubernur menambahkan.

Perang terhadap para pembegal sepeda motor terus ditabuh oleh aparat Kepolisian Daerah Lampung. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandar Lampung bahkan membentuk tim khusus antibandit. Tim ini dibentuk untuk mengantisipasi aksi kriminalitas yang semakin marak. Tim ini gabungan dari Resmob Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Sabhara.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Bandar Lampung, Komisaris Polisi Dery Agung Wijaya, mengatakan telah membentuk dua tim antibegal yang masing-masing berjumlah 15 personel. Semua personel dilengkapi rompi antipeluru, senjata api laras panjang dan senjata api revolver.

Tim itu, katanya, akan bergerak memburu para pelaku begal yang telah meresahkan masyarakat. “Harapannya tim ini bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.

Pujiansyah/Lampung

![vivamore="Baca Juga :"]

Empat Tahun Komeng Cs Dalangi Pembegalan di Depok




[/vivamore]
Aplikasi Partmaps Diklaim Antibegal

Aplikasi Antibegal Bikinan Mahasiswa ITS

Aplikasi itu dapat dimanfaatkan juga untuk kondisi darurat lain.

img_title
VIVA.co.id
11 Agustus 2016