Setiap Tahun, 3.000 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di RI

Ilustrasi anak
Sumber :
  • iStock
VIVA.co.id
- Kasus kekerasan terhadap anak setiap tahunnya bertambah. Tak kurang, hampir 3.000 kasus kekerasan anak yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia.


"Yang dicatat KPAI dan Komnas PA, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak hanya ujungnya saja. Saat ini banyak terungkap karena, banyak yang berani melapor," kata Ketua Dewan Konsultatif Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Seto Mulyadi, ketika dihubungi
VIVA.co.id
, Minggu, 17 Mei 2015.

Ombudsman Pertanyakan Kasus Penganiayaan Bocah di Bojonggede

Menurut pencipta karakter Si Komo tersebut, di Indonesia tak kurang dari 3.000 kasus kekerasan terhadap anak setiap tahunnya terjadi. Ia juga membandingkan dengan tingginya tingkat kekerasan yang terjadi di negara Inggris yang mencapai 300.000 kasus setiap tahun. Padahal jumlah warga negara Inggris jauh lebih sedikit ketimbang Indonesia.
20 Bocah di Depok Rela Dieksploitasi Demi Game Online


Mensos Catat 35 Ribu Anak Indonesia Dieksploitasi
"Karena apa kekerasan di Inggris begitu tinggi, padahal penduduknya kecil. Itu karena mereka penduduknya berani melapor, kalau di sini takut," katanya.

Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat di tengah masih lemahnya kesadaran akan adanya pengetahuan terkait UU yang menjamin mereka untuk melaporkan setiap kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi.


"Peran UU sudah baik, hanya implementasi di lapangan yang masih lemah. Masih harus didukung media, media harus berani mengungkap dengan memanfaatkan masyarakat, " katanya.


Psikolog yang akrab disapa Kak Seto ini juga menuturkan, tingginya kasus di atas karena banyak orang ua yang salah mendidik anaknya, tidak peduli kaum terdidik dan tidak, menengah ke atas atau menengah ke bawah. Hal itu menurutnya adalah menyangkut
mindset
, pengalaman masa kecil orangtua.


"Masa kecil mereka bisa jadi demikian, sehingga melakukan hal yang sama. Padahal kan zaman sudah berubah," ujarnya.


Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya