Kemarau, Jumlah Titik Panas Bertambah

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
VIVA.co.id
- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan sejumlah wilayah di Indonesia rentan kabut asap akibat kebakaran lahan. Musim kemarau memicu bertambahnya jumlah titik panas. 


Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, jumlah titik panas terus bertambah sejak 22 Juli 2015. Saat itu terdapat 70 titik panas yang terus bertambah pada 23 Juli dan 24 Juli, masing-masing yaitu 153 dan 158 titik panas.


"Ternyata pagi ini ada
hotspot
di provinsi-provinsi (lain) yang baru
nongol
," ujar Siti usai melaporkan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2015.


Titik panas baru muncul di wilayah Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, serta Bengkulu. Padahal, kata Siti, di sejumlah daerah misalnya Jawa Tengah, tidak pernah ditemukan titik panas.


"Sebelumnya
enggak
ada di catatan saya," katanya.


BNPB: El Nino Sebabkan Musim Hujan di Indonesia Mundur
Terus bertambahnya jumlah titik panas diduga akibat suhu udara dan cuaca yang kering. Bahkan sudah tercatat lebih dari 21 hari tidak turun hujan. Oleh karena tu, pemerintah berencana melakukan
water bombing
BMKG: Titik Api di Sumsel Meningkat
dan modifikasi cuaca.

Cuaca di RI Makin Panas, Jumlah Titik Api Terus Bertambah

"Dari ramalan cuaca bahwa ada kemungkinan curah hujan di atas 15 mililiter per hari."

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya