Hanya Ada 40 Ribu Wartawan di Indonesia

Ilustrasi Wartawan
Sumber :
  • http://amrullah04.files.wordpress.com
VIVA.co.id
- Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Suwarjono, mengungkapkan rasa bangganya, di mana organisasinya dapat menempuh usia yang tak muda lagi. Pasalnya, dari awal dibentuk, para pendiri AJI tak terpikirkan akan bisa memasuki usia dua dekade.


"Tidak mengurangi rasa bangga kami. AJI ini dibentuk sejak 7 Agustus 1994. Para deklalator dan para senior tidak membayangkan, bahwa AJI dapat memasuki usia ke-21," ujar dia di Gedung Pusat Perfilman, Kuningan, Jakarta, Jumat malam, 4 September 2015.


Disebutkan Suwarjono, AJI diperuntukkan sebagai wadah untuk memperjuangan kebebasan pers, berekspresi, berpendapat, dan menolak untuk berorganisasi dalam satu wadah di zaman orde baru.
Tiga Wartawan Lumajang Minta Perlindungan Polisi


Beritakan Tambang Lumajang, Tiga Wartawan TV Diancam Dibunuh
"Teman-teman AJI melawan (orde baru) itu, banyak yang memperjuangan kebebasan pers. Bahkan, mereka (pengurus AJI) lebih memilih AJI ketimbang organisasi lainnya," kata dia.

Diberhentikan, Wartawan Antara Lapor ke Disnaker

Namun, seiring berjalannya waktu, di mana kondisinya sudah tak sama lagi. Diungkapkannya, banyak masyarakat yang tak melirik dunia jurnalis sebagai pekerjaan. "Jumlah wartawan saat ini tidak besar, sekitar 40 ribu," kata dia.


Ia pun mengkritisi kepada para pendiri media yang tak memperhatikan isu kesejahteraan para jurnalis yang telah mengabdi.


"Isu kesejahteraan tidak diutamakan. Padahal, saat membuat media, maka tidak kalah pentingnya juga memperhatikan isu kesejahteraan," ucapnya. (one)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya