Ibu Rumah Tangga Sewa Pembunuh Habisi Suaminya

Ilustrasi pembunuhan.
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id - Seorang ibu rumah tangga berinisial NS, ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan suaminya sendiri, AH, oleh Polresta Padang Sidempuan Sumatera Utara, Rabu 9 September 2015.

Ironisnya NS bahkan disebut menjadi otak di balik kasus pembunuhan bermotif perampokan yang menimpa suaminya pada Sabtu 5 September 2015.

Tak Tahan Lihat Istri Dicium, Suami Bunuh Tetangga

Diawali Perampokan Sadis

Tiga hari sebelumnya, kepolisian setempat dan warga sekitar sempat dibuat heboh dengan kejadian perampokan sadis di ruas jalan Desa Simirik Padang Sidempuan.

Pembunuh Bocah Dua Tahun di Johar Dibekuk

Baca Juga:

AH, sang pedagang pupuk ditemukan tewas bersimbah darah. Sementara istrinya, NS, yang ikut bersamanya selamat.

NS pun menangis sejadi-jadinya. Ia meratapi kematian suaminya lantaran telah dibunuh secara sadis oleh para perampok bersebo.

Kasus itu pun langsung ditangani kepolisian. Maklum, perampokan itu terbilang sadis. Satu nyawa telah melayang.

"Penyelidikan pun dimulai. Sejumlah saksi dan barang bukti kami dalami dengan seksama," kata Kasat Reskrim Polresta padang Sidempuan AKP Widodo.

Baca Juga:

Pembunuhan dengan Cara Dibakar di Serpong Ternyata Terencana

Upah Rp15 Juta

Belakangan, setelah pemeriksaan intensif. Kejanggalan demi kejanggalan justru terungkap.

Kepolisian akhirnya mencium ada skenario terselubung di balik kasus perampokan itu. Alhasil, NS terbukti menjadi dalang pembunuhan.

Tangis kepergian suaminya rupanya cuma sandiwara. Siapa sangka, NS rupanya sengaja menyewa pembunuh dengan membayar Rp15 juta agar suaminya mati mengenaskan.

"Ada tiga tersangka yang terlibat. Pertama RL, kedua anak RL, yakni AL dan NS, yang terakhir tak lain istri korban," kata Widodo.

NS tak bisa mengelak. Ia tersudut dan akhirnya mengakui semua skenario jahat tersebut. "Saya sakit hati karena sering dituduh selingkuh. Suami saya juga sering kasar dengan saya. Jadi saya bayar orang untuk bunuh dengan upah Rp15 juta," kata NS.

Dedi Herianto/Sumatera Utara

Kantung jenazah. (Ilustrasi)

Pengungkapan Kasus Mutilasi Anggota DPRD Diakui Sulit

Kejaksaan ingatkan Kepolisian soal bukti yang harus kuat.

img_title
VIVA.co.id
3 Agustus 2016