Arca Candi Mataram Kuno di Semarang Pernah Dicuri

Arca Candi Mataram Kuno di Semarang Pernah Dicuri
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto
VIVA.co.id - Bangunan candi diduga peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang ditemukan di Dukuh Duduhan, Mijen, Semarang, Jawa Tengah, masih digali petugas Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN).
Peneliti Yakin Masih Banyak Rahasia di Dalam Piramida Mesir

Meski baru diekskavasi, keberadaan candi di wilayah kebun pohon jati dan kopi milik seorang warga bernama Sutopo itu sudah diketahui warga sekitar. Bahkan, sekitar tahun 1987 silam, sejumlah arca di lokasi situs itu pernah dicuri.
Arca Ganesha Abad 14 Ditemukan di Lahan Warga Malang

"Patung arca Ganesha yang ada di lokasi gundukan tanah itu pernah hilang dicuri puluhan tahun lalu. Katanya, dibawa ke Jakarta," kata Sunar, seorang warga Mijen, di lokasi penggalian, Senin, 28 September 2015.
Rahasia Lain Piramida Mesir akan Dibongkar

Sunar menceritakan, tak hanya di lokasi yang diduga sebagai itu, lokasi lain tak jauh dari situs pernah ditemukan arca perempuan yang dikenal sebagai Dewi Dhurga. Arca itu, menurut warga, berparas cantik dan banyak disukai orang. Namun benda bersejarah itu juga dicuri orang.

"Dulu warga sini enggak tahu kalau barang itu bernilai tinggi. Makanya ada orang asing yang bawa kita juga enggak protes," ujar Sunar.

Sumeno, warga lain, membenarkan keberadaan bangunan itu sudah diketahui sejak ia kanak-kanak. Tetapi dia tidak mengetahui ada arca di lokasi itu pernah dicuri. Beberapa arca Ganesha juga sempat dibawa warga, tapi kemudian diamankan di Museum Ranggawarsita, Semarang.

Peneliti pada Institut Teknologi Bandung, Johan Arif, menjelaskan bahwa bangunan yang kini dieskavasi itu diperkirakan berdiri pada masa kejayaan Hindu, yang menyebar di Tanah Jawa pada abad 8 sampai 10 masehi.

"Perkiraannya, para pendatang datang ke sini membuat tempat pemujaan. Mereka melakukan Hinduisasi di sini," katanya, di tengah proses penggalian candi itu.

Johan menduga area bangunan candi di sisi barat itu dulu adalah sawah  bukan alami. Sebelum didirikan candi, wilayah Dukuh Duduhan adalah hutan belantara. "Orang-orang membuka hutan, membuat sawah dan sebagian di sini untuk pemujaan," ujarnya.

Sebelumnya, Koordinator Pusat Penelitan Arkeologi Nasional, Agustijanto, mengatakan bahwa situs candi Hindu yang diperkirakan peninggalan Mataram Kuno di pekarangan warga itu berukuran 9,3 x 9,3 meter. Pada tahun 1976, situs itu pernah disurvei. Namun baru kali ini diekskavasi dan meneliti lebih jauh.

"Kita akan pelajari lebih jauh mengenai penanggalan kapan situs ini ada. Jadi kita ambil sampel dari galian. Untuk masalah pemugaran itu urusan pemda (pemerintah daerah) setempat," katanya.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya