Penyerahan Diri Din Minimi Dinilai Janggal

Kepala BIN Berfoto Bersama Din Minimi Cs
Sumber :
  • Istimewa
VIVA.co.id - Penyerahan diri Nurdin Ismail alias Din Minimi, pemimpin kelompok bersenjata di Aceh, kepada aparat diapresiasi banyak kalangan. Langkah turun gunung Din Minimi dan komplotannya itu dianggap dapat memulihkan situasi keamanan di Aceh.

Sikap proaktif Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Sutiyoso, pun dipuji. Soalnya dialah yang disebut berhasil membujuk atau bernegosiasi dengan Din Minimi agar mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu mengakhiri aktivitas bersenjata mereka.

Tetapi penyerahan diri Din Minimi dinilai banyak kejanggalan. Banyak proses yang tak alami. Ditambah keberadaan Sutiyoso sebagai Kepala BIN. Padahal berbagai kalangan: DPR, aparat keamanan, ulama, dan lain-lain, telah berupaya membujuk Din Minimi untuk menyerah tetapi selalu gagal.

“Saya mengapresaasi langkah dari Sutoyoso sebagai Kepala BIN dalam menyelesaikan konflik di internal Aceh. Yang menjadi pertanyaan publik adalah inisiatif ini muncul karena apa. Apakah inisiatif ini lahir murni untuk kepentingan masyarakat Aceh, atau ada satu lain hal. Sesuatu lain hal itu apa, itu yang patut dipertanyakan,” ujar Aryos Nivada, pengamat politik dan keamanan Aceh, kepada VIVA.co.id, Kamis, 31 Desember 2015.

Luhut Kumpulkan Menteri Bahas Bom Thamrin dan Din Minimi
Aryos juga melihat ada sejumlah keanehan pada agenda penyerahan diri Din Minimi, di antaranya, belum satu pun perwakilan pemerintah Aceh yang menemui atau menjemput Din Minimi. Padahal Din Minimi mengajukan syarat sebelum menyerahkan diri kepada Sutiyoso, yakni meminta bertemu Muzakir Manaf, mantan Panglima GAM yang sekarang menjadi Wakil Gubernur Aceh.

Politisi Asal Aceh: Jokowi Jangan Obral Amnesti
“Kala itu Danrem Lilawangsa melobi ibu Din Minimi untuk turun gunung, tidak bisa. Ketika DPR dan ulama minta dia turun gunung juga tidak mau. Kenapa ketika BIN (yang membujuk) justru mau. Apakah ini karena cara yang digunakan BIN sangat baik atau kenapa,” katanya.

Mantan GAM: Dukung Amnesti untuk Din Minimi
Aryos mengapresiasi langkah pemerintah pusat. Menurutnya, penyerahan diri Din Minimi adalah langkah cerdas yang dilakukan pemerintah sekaligus membuktikan pada masyarakat bahwa Aceh masih butuh pemerintah pusat.
Tim Gegana Polres Aceh Timur mengevakuasi temuan bom dengan bobot 10 kilogram, Rabu (10/8/2016). Diduga bom yang tertimbun di dalam tanah ini adalah sisa konflik Aceh bertahun-tahun lalu.

Bom Rakitan 10 Kg Sisa Konflik Aceh Ditemukan

Ditemukan terkubur dalam tanah.

img_title
VIVA.co.id
10 Agustus 2016