Rumah Din Minimi Dijaga Hingga Tiga Lapis Pengamanan

Sumber :
  • Istimewa
VIVA.co.id - Rumah Nurdin Ismail alias Din Minimi, pemimpin kelompok bersenjata di Aceh, dijaga ketat. Tetapi, pengamanan bukan dilakukan polisi atau tentara, melainkan para anak buah Din Minimi yang ikut menyerahkan diri kepada aparat.

Rumah Din terletak di Desa Ladang Baro, Julok, Aceh Timur, Aceh. Rumah itu dijaga dan diawasi lebih ketat sejak mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu turun gunung dan berhenti mengangkat senjata pada Senin, 28 Desember 2015.

Seorang pekerja media, Fahrizal Salim, mengunjungi rumah Din pada Minggu, 3 Januari 2016. Dia mengatakan bahwa setiap tamu harus melewati tiga lapis penjagaan untuk sampai ke rumah Din.

“Di pos pertama, kita memang dibiarkan lewat begitu saja, namun penjaga (anak buah Din Minimi) langsung mengontak rekannya di pos kedua,” ujar Fahrizal Salim, kepada VIVA.co.id.

Fahrizal juga menjelaskan, untuk menuju ke rumah Din, para tamu harus menempuh jarak sekira 100 meter hingga 200 meter dengan berjalan. Kendaraan bermotor wajib diparkir di pos kedua, kemudian harus berjalan.

Luhut Kumpulkan Menteri Bahas Bom Thamrin dan Din Minimi
“Dari pos kedua, kita diminta jalan kaki, tidak boleh naik kendaraan lagi, baik mobil maupun sepeda motor. Dari situ jalan kaki dengan jarak sekitar 100-200 meter lebih,” katanya.

Politisi Asal Aceh: Jokowi Jangan Obral Amnesti
Di pos terakhir di dekat rumah Din, para tamu diminta berhenti lalu diperiksa satu per satu. Para penjaga juga memeriksa setiap barang bawaan pengunjung yang akan masuk ke rumah Din. Namun, kata Fahrizal, para penajaga itu tidak terlihat memegang senjata api.

Mantan GAM: Dukung Amnesti untuk Din Minimi
“Tidak ada yang memegang senjata api. Para penjaga sepertinya melakukan sistem shift (berjaga bergantian), mereka menyebut posnya pagar. Tulong jaga pageu at, loen nak tubit siat (tolong jaga pagar, saya mau keluar sebentar),” ujar Fahrizal, menirukan gaya anak buah Din Minimi saat hendak bergantian jaga.
Tim Gegana Polres Aceh Timur mengevakuasi temuan bom dengan bobot 10 kilogram, Rabu (10/8/2016). Diduga bom yang tertimbun di dalam tanah ini adalah sisa konflik Aceh bertahun-tahun lalu.

Bom Rakitan 10 Kg Sisa Konflik Aceh Ditemukan

Ditemukan terkubur dalam tanah.

img_title
VIVA.co.id
10 Agustus 2016