Luhut: Presiden Setuju Anggaran Densus 88 Antiteror Ditambah

Ilustrasi/Personel Densus 88 Antiteror
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dyah Ayu Pitaloka

VIVA.co.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengaku bila Presiden Joko Widodo telah menyetujui adanya perbaikan dalam Detasemen Khusus 88 Antiteror.

img_title Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Berinisial AR di Ciamis, Buku hingga Ponsel Disita

"Presiden sudah menyetujui dilakukan perbaikan di sana-sini, sehingga Densus punya peran yang lebih bagus lagi nanti kedepan," kata Luhut di Mabes Polri, Jumat 26 Februari 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak dirinci jelas bagaiman teknis perbaikan yang dimaksud Jokowi oleh Luhut. Namun ia mengisyaratkan bahwa akan ada perbaikan fasilitas untuk Densus 88 Antiteror.

img_title BNPT: 148 Teroris Ditangkap Sepanjang Tahun 2023, Didominasi JI dan JAD

"Karena ancaman teror yang kita hadapi ancaman lain, maka peran Densus ini mengemuka, sehingga kita ingin memberikan gambaran yang lebih bagus lagi untuk fasilitas mereka (Densus)," ujarnya.

Di bagian lain, Luhut menyebut dalam tubuh internal Polri perlu ada resktrukturisasi, hal ini bertujuan agar lebih profesional di dalam menghadapi ancaman teror yang lebih canggih kedepannya.

img_title 5 Fakta Penangkapan Teroris di Bekasi yang Merupakan Karyawan PT KAI

Misalnya, Polri mengirimkan perwira terbaiknya hampir 200 orang. Bahkan, untuk tahun ini saja sebanyak 70 orang perwira untuk menempuh pendidikan di luar negeri dengan berbagai disiplin ilmu diantaranya, dalam bintang IT. Karena ancaman kedepan kejahatan cyber crime, polisi sudah melakukan antisipasi lebih dini lagi.

"Oleh karena itu, saya terus terang melihat Kapolri kedepan ini makin baik dengan manajemen yang ada sekarang," katanya.

Ilustrasi Terorisme

Densus 88 Tangkap 11 Terduga Teroris di 6 Provinsi, Diduga Terhubung Lewat Pertemuan Daring

Densus 88 menangkap 11 tersangka terorisme dalam operasi serentak di enam provinsi. Mereka terafiliasi jaringan Daulah Islamiyah dan kelompok teror lain.

img_title
VIVA.co.id
5 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut