Kisah Gerhana Matahari Era Rasulullah

Gerhana matahari total
Sumber :
  • www.lapan.go.id/Odd Høydalsvik

Dijelaskannya, empat gerhana lain di era nabi itu secara astronomi tidak teramati karena jalur gerhana matahari itu melintasi wilayah Selatan atau Utara kota Makkah dan Madinah. Seperti gerhana matahari total (GMT) pada 23 Juli 613 M yang melintas tidah jauh di sebelah selatan Kota Makkah.

img_title Gerhana Matahari Total Indonesia Buktikan Teori Einstein

"Menurut riwayat yang saya pelajari, lima gerhana yang melintas di kawasan Rasulullah itu, empat gerhana terjadi sebelum Rasul hijrah ke Madinah. Satu terjadi setelah hijrah yakni di Madinah adalah gerhana matahari cincin/sebagian yang dialami langsung oleh Rasul."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gerhana matahari sebagian yang dialami langsung oleh nabi itu, lanjut Sugeng, menjadi awal dan akhir nabi melaksanakan salat gerhana. Sebab, sekitar empat bulan setelah itu nabi Muhammad wafat. Tepatnya pada 12 Rabiul Awal 11 Hijriah/ Juni 632 Masehi.

img_title Gerhana Matahari Total, Twitter 'Dibanjiri' 510 Ribu Kicauan

"Analisis astronomi gerhana sebagian di Madinah saat itu berkisar dengan kegelapan 85 persen," imbuh pembina CASA Assalam itu.

Lebih jauh Sugeng menjelaskan, kronologi riwayat menunjukkan bahwa putra nabi yakni Ibrahim bin Muhammad wafat di usia 16 bulan. Meninggalnya putra nabi tepat pada 10 Hijriah di malam hari sebelum gerhana esok paginya. Kejadian itu sebelum nabi melaksanakan haji Wada'.

img_title Walau Kecewa, Menristek Takjub dengan Gerhana Matahari Total

Esok paginya, jenazah Sayyid Ibrahim kemudian dimakamkan di pemakaman Baqi  Kemudian sekitar pukul 09.00 Waktu Madinah (WD), terjadi lah gerhana matahari sebagian di Madinah.

Saat itu, umat Islam Madinah mengira bahwa gerhana matahari sebagai mu'jizat, di mana wujud gerhana matahari  dikatakan tengah bersedih atas wafatnya putra nabi tersebut.

"Tapi seusai salat gerhana, nabi menjelaskan dalam khutbahnya bahwa gerhana semata-mata bukti kekuasaan Allah dan tidak ada kaitannya dengan kematian seseorang," jelas Sugeng.

Adapun fenomena gerhana matahari sebagian yang dialami langsung nabi digambarkan bahwa matahari nampak sebagian di sisi kiri bulan. Pada puncak gerhana seolah ada matahari sabit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perhitungan astronomi, kala itu matahari terbit di ufuk Timur Kota Madinah pada pukil 07:07 Waktu Madinah (WD). Bulan terbit dari ufuk timur pada pukul 07:06 WD. Saat itu matahari dan bulan sedang terjadi kontak awal.

Melihat runtutan fenomena gerhana era nabi tersebut, Sugeng yang juga anggota Himpunan Astronomi Indonesia itu menambahkan, suasana seperti zaman nabi itu akan kembali terjadi di Indonesia pada 9 Maret 2016 mendatang. Khususnya di kawasan Utara Indonesia, seperti di Kota Semarang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut