Batas Akhir Tebusan ke Abu Sayyaf, Bagaimana Nasib 10 WNI

Awak kapal Brahma 12 sedang bersiap sebelum berangkat ke Filipina
Sumber :
  • Ist

VIVA.co.id - Hari ini Jumat, 8 April 2016, merupakan batas akhir penyerahan uang tebusan bagi 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

Keluarga ABK yang Disandera Sambangi Ditjen Perlindungan WNI

Hingga kini negosiasi masih dilakukan, apakah tebusan akan dipenuhi dan seluruh awak kapal tugboat Brahma 12 akan dibebaskan dengan selamat, belum diketahui dengan pasti.

Di sisi lain, seluruh unsur TNI dari pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) yang berada di Tarakan, Kalimantan Utara, masih bersiaga penuh dan siap tempur guna membebaskan seluruh sandera. Seluruh personel menunggu perintah untuk bergerak.

Sejumlah alusista TNI juga masih disiagakan di Tarakan. Bahkan menurut informasi, malam tadi pesawat pengintai milik TNI AU sudah berada di Tarakan.

Selain itu, dua pesawat Hercules dan satu helikopter masih bersiaga di Lanud Tarakan. Sejumlah personel juga masih tetap intens melakukan latihan.

Selain itu, di Pelabuhan Pelindo Malundung, personel TNI AL juga tampak melakukan aktivitas latihan. Dua KRI juga masih siaga di sekitar Perairan Tarakan.

Menurut Kepala Penerangan Kodam VI Mulawarman, Kolonel Infantri Andi Gunawan, latihan terus dilakukan oleh masing-masing kesatuan.

"Jika ada intruksi untuk melakukan operasi, TNI siap," katanya, Jumat, 8 April 2016. (ase)

Laporan: Muhammad Tahir
 

Wapres Bentuk Satgas Gabungan Pembebasan WNI dari Abu Sayyaf
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto.

Wiranto Usulkan 3 Negara Ini Kerja Sama Operasi di Darat

Operasi butuh kesepakatan karena melintasi yurisdiksi wilayah lain.

img_title
VIVA.co.id
3 Agustus 2016