Bom Solo, Banser Jateng Siagakan Densus 99

Polisi melakukan identifikasi terhadap pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/7). Pengamanan Mabes Polri diperketat pasca pengeboman bunuh diri di Mapolresta Surakarta.
Sumber :
  • ANTARA/Maulana Surya

VIVA.co.id – Aksi teror bom bunuh diri di Markas Kepolisian Resor Kota Surakarta disikapi serius oleh sejumlah elemen masyarakat. Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) Jawa Tengah bahkan menyiagakan pasukan khusus Densus 99 untuk antisipasi segala teror di seluruh daerah.

Remaja Tikam 2 Pendeta Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Terorisme

Kepala Satuan Koordinasi Wilayah Banser Jawa Tengah, Hasyim Asy'ari mengatakan, instruksi penerjunan tim keamanan khusus milik Ansor dan Banser Jateng (Densus 99) itu menyusul teror bom yang dilakukan sehari jelang Idul Fitri 2016.

"Banser siagakan Densus 99 dengan tugas memantau situasi dan mengumpulkan data di lingkungan masing-masing," kata Hasyim, Selasa, 5 Juli 2016.

Kemarin Gamblang, Kini Rusia Secara Resmi Salahkan Ukraina atas Serangan Terorisme di Moskow

Dalam kinerjanya, lanjut Hasyim, seluruh Banser di 35 kabupaten/kota telah diminta berkomunikasi aktif dan koordinasi melalui jalur organisasi sesuai tingkatan agar suasana masyarakat tetap kondusif.

Koordinasi itu pun dilakukan untuk membantu memberikan laporan informasi kepada aparat keamanan di wilayah masing-masing. "Jadi kita tetap menjaga kewaspadaan di lingkungan masyarakat terdekat masing-masing," ujarnya.

Kremlin: Presiden Vladimir Putin Rasakan Kesedihan Mendalam Atas Aksi Terorisme di Moskow

Dia menegaskan, masyarakat Jawa Tengah, khususnya warga Nahdlatul Ulama dan jajaran Banser tidak pernah takut terkait aksi teror bom. Organisasinya akan pasang badan jika teror itu dilakukan untuk memprovokasi umat.

"Maka kami juga imbau seluruh anggota Banser untuk  tetap tenang dan waspada serta senantiasa berkoordinasi dengan aparat keamanan," ujarnya.

Aksi bom bunuh diri di kawasan Mapolresta Surakarta menewaskan seorang pelaku bom dan melukai petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) bernama Brigadir Bambang.

Insiden ini berawal dari adanya orang yang diduga pelaku itu menerobos masuk pos penjagaan Markas Polresta Surakarta dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio hijau dengan nomor polisi AD 6136 HP dan mengenakan baju warna abu-abu.

Setelah menerobos pos penjagaan, tiba-tiba motor itu berbalik arah kembali ke dekat pos penjagaan. Saat didatangi petugas, ledakan langsung terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Mendengar ledakan itu, para petugas yang sedang apel pagi berhamburan mengamankan diri.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya