Ada Senjata hingga Pakaian Dalam Wanita di Gubuk Santoso

Santoso alias Abu Wardah saat masih hidup bersama anggotanya di pedalaman hutan Sulawesi.
Sumber :

VIVA.co.id – Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala, berhasil menemukan lokasi persembunyian dan menembak pemimpin Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Santoso alias Abu Wardah di hutan Poso, Sulawesi Tengah, Senin 18 Juli 2016.

Anggota Gugur, Satgas Tak Kendur Buru Kelompok Santoso

Dalam penyergapan itu, Santoso dinyatakan tewas bersama seorang pengikut setianya, bernama Muchtar.

Usai penyergapan berlangsung, pasukan Operasi Tinombala juga melakukan penyisiran di gubuk yang dijadikan tempat persembunyian Santoso di hutan wilayah Kecamatan Poso Pesisir Utara. Di lokasi, ternyata cukup banyak barang milik Santoso dan pengikutnya yang ditemukan. Mulai dari senjata hingga pakaian dalam wanita.

Baku Tembak dengan Kelompok Santoso, Satu Prajurit Tewas

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul mengatakan, di lokasi ditemukan sepucuk senjata laras panjang jenis M 16, tiga magazen, 72 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter. Sebuah buah minyak singer, 11 butir peluru jenis Ciss,

"Ada juga dua buah detonator pabrik, dua gulung kabel warna hitam merah, tiga buah per (pegas), satu buah wor, dan juga sebuah besi kecil," kata Martinus, Sabtu 23 Juli 2016.

Polisi Tandai Persembunyian Kelompok Santoso di Dekat Sungai

Selain itu, petugas menemukan alat komunikasi berupa sebuah telepon genggam warna hitam, empat buah memori mikro, satu lembar pot kertas yang bertuliskan nomor telepon genggam, satu buah pembungkus kartu perdana telepon dan sebuah jam berwarna hitam.

"Selain itu ada satu buah HT, satu buah baterai HP, dua buah buku, satu buah pulpen, tiga buah peluit, lima buah gulungan benang, delapan buah korek gas, empat buah gunting, dua buah kunci, satu buah pinset, satu buah gunting kuku yang sudah rusak, satu buah cermin, ada juga tiga buah senter kepala," ucapnya.

Pihak kepolisian juga menemukan barang bukti beberapa jenis obat-obatan seperti, paracetamol, ampecilin, asam mefenamat, bodrex, arkavid, suldok, antasida, samobion, dan bioplasenton.

"Selain itu, ada enam buah botol yang terdiri atas botol yudium dan plasida," katanya.

Barang-barang itu diduga milik Santoso, istri dan pengikutnya, yang selama ini dipakai untuk bertahan hidup di hutan poso.

Barang-barang bukti yang berhasil ditemukan:

- Delapan buah baterai kecil
- Satu kotak rokok
- Dua handset
- Satu kotak plastik
- Tiga gergaji kayu
- Empat parang
- Sebilah pisau
- Dua sarung parang
- Satu dos yang berisikan mata pancing
- Sebuah alat besi solder
- Empat potong besi
- Satu lembar amplas
- Tiga panci
- Enam jeriken
- Enam toples
- Enam rantang plastik
- Enam botol
- Satu cangkir plastik
- 10 sendok
- Satu tutup panci
- Dua loyang
- Empat celana panjang
- Empat baju
- Tiga jaket
- Selembar kain selayer
- Empat lembar pakaian wanita
- Tiga lembar celana wanita
- Dua lembar pakaian dalam wanita
- Selembar celana dalam wanita
- Selembar cadar
- 32 bungkus bumbu masak
- Delapan bungkus kopi
- Sebungkus gula pasir
- Sebungkus garam
- Dua sabun mandi
- Satu sabun cuci
- Satu pasta gigi
- Empat sampo rambut
- Sebungkus mi instan
- Buah pisang
- Buah kelapa
- Gula merah
- Sayur kangkung
- Ubi dan keladi
- Potongan buah nangka
- Kacang tanah
- Tepung terigu
- Tujuh terpal warna coklat
- Selembar selimut
- Satu tikar
- Empat tempat tidur gantung
- Tiga lembar sarung
- Empat tas magaze
- Sebuah tas punggung warna hitam
- Sebuah tas samping
- Dua tas kecil
- Dua pasang kaus kaki
- Tiga pasang sarung tangan
- Satu penutup kepala/kupluk warna loreng
- Dua pasang sepatu knobol warna putih
- Satu gulungan karet
- Sembilan lembar karung
- Enam lembar tas terbuat dari karung

Sejumlah personel Inafis melakukan olah TKP tewasnya salah satu teroris anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso usai baku tembak dengan Densus 88 pada Jumat, (3/4/2015).

TNI: Pengikut Santoso Tinggal Tujuh Orang dengan Dua Senjata

Kelompok Mujahidin Indonesia Timur itu terus melemah.

img_title
VIVA.co.id
22 Desember 2016