Kejaksaan Jumpa Pers Menjelang Tembak Mati

VIVAnews - Informasi kepastian eksekusi tiga terpidana mati kasus bom Bali hanya melalui satu pintu. Pintu yang berwenang itu hanya berasal dari Jakarta, yakni Kejaksaan Agung. Lembaga pimpinan Hendarman Supandji itu akan menggelar jumpa pers sebanyak dua kali ketika eksekusi berlangsung.

"Jumpa pers akan digelar menjelang pelaksanaan eksekusi dan ketika sudah diserahkan ke keluarganya," ujar juru bicara Kejaksaan Agung, Jasman Panjaitan, ketika berbicara dengan wartawan pada Kamis, 6 November 2008 lalu di kantornya, Jakarta Selatan.

Saat ini, sejak pukul 20.00 hingga pukul 21.10 WIB, Gedung Bundar Kejaksaan Agung sudah dijejali puluhan wartawan dari berbagai media. Wartawan dari media cetak, televisi, radio hingga media online sudah memenuhi gedung yang dipimpin Hendarman Supandji itu.

Tetapi, hingga pukul 21.15 WIB, Jasman Panjaitan tak juga bisa dihubungi. Begitu juga dengan pejabat tinggi Kejaksaan Agung lainnya. Informasi jumpa pers mendadak ini terkait eksekusi mati Amrozi, Imam Samudra dan Ali Ghufron yang sudah semakin dekat.

Sejak pukul 14.00 WIB, Adik Amrozi dan Ali Ghufron, Ali Fauzi, sudah berada di dalam LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Ali Fauzi sudah diizinkan kejaksaan untuk melaksanakan wasiat kakaknya, yakni mengkafani jenazah secara Islam. Ketiga terpidana mati ini terbukti melakukan aksi peledakan yang menewaskan 202 orang di Bali, pada tahun 2002.