Awas, Mainan Anak dari Sisa Limbah Ini Beracun

Rubik
Sumber :
  • http://en.wikipedia.org

VIVA.co.id – Penelitian lembaga jaringan internasional terhadap sejumlah mainan anak-anak menunjukkan adanya kandungan kimia polybrominated diphenyl ethers atau PBDEs, yang juga disebut OctaBDE dan/atau DecaBDE. Zat kimia ini diketahui dapat mengganggu sistem hormon, berdampak negatif pada perkembangan sistem saraf dan kecerdasan anak.

img_title Mengerikan! 10 Bunga Terindah Ini Ternyata Sangat Mematikan

Hasil penelitian ini dipaparkan IPEN, jaringan masyarakat sipil global yang mempromosikan kebijakan dan praktik kimia secara aman, dan Arnika, organisasi lingkungan di Republik Ceko. Penelitian kedua lembaga ini menunjukkan sampel mainan berbentuk kubus seperti rubik dari 16 negara, termasuk Indonesia, mengandung kimia berbahaya hasil daur ulang limbah plastik sampah elektronik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penelitian ini dipaparkan BaliFokus, lembaga nonpemerintah yang bergerak di bidang advokasi penanganan bahan kimia dan limbah di Indonesia, pada Scientific Conference on Persistent Organic Pollutants (POPs), konferensi ilmiah tentang polutan organik yang persisten, di Firenze, Italia, pekan ini.

img_title Diracun, Pimpinan Oposisi Rusia Alexey Navalny Pamer Kondisi Terakhir

"Rubik itu permainan asah otak, kenapa dipilih, kita mau lihat apakah permainan asah otak yang dirancang untuk melatih kecerdasan otak anak ini aman atau tidak. Tapi ternyata tidak," ujar Sonia Buftheim, Toxics Program Officer BaliFokus, saat dihubungi VIVA.co.id, Kamis, 1 September 2016.

Kata Sofia, daur ulang sampah elektronik sesungguhnya dapat menghemat sumber daya dan energi, tetapi harus dilakukan dengan cara benar dan baik agar tidak mengembalikan zat kimia berbahaya, dan mengancam kesehatan manusia dan lingkungan. 

img_title Tokoh Oposisi Rusia Pegiat Antikorupsi Diduga Diracun di Penjara

"Zat ini tidak akan berbahaya bagi tubuh, kalau tidak digigit, dipegang, dibakar," ucap Sonia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun saat terpapar langsung, kedua zat itu akan menyerang sistem syaraf, sehingga anak berpotensi mengalami penurunan IQ, autis, dan mengganggu perkembangan anak.

Dalam penelitian tersebut, BaliFokus mengirimkan 17 sampel mainan rubik secara acak dari Jakarta dan Bali untuk diteliti. Baik mainan dengan standar SNI dan tidak. Hasilnya, tiga mainan positif mengandung mengandung kadar OctaBDE dan/atau DecaBDE dengan jumlah yang signifikan. Sampel yang diuji dari Indonesia berada dalam konsentrasi PBDEs rata-rata, diantara 47 sampel dari 16 negara, termasuk dari negara Uni Eropa, Eropa Timur, dan Asia Tenggara.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut