Marwah Daud: Dimas Kanjeng Bisa Lakukan Transdimensi

Pemimpin Padepokan Kanjeng Dimas, Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Istimewa

VIVA.co.id – Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Marwah Daud Ibrahim, menyebut Dimas Kanjeng punya kemampuan untuk melakukan transdimensi, atau memindahkan benda dari satu tempat ke tempat lain, tanpa dilihat orang lain.

img_title Kasasi Ditolak, Dimas Kanjeng Tetap Divonis 18 Tahun Penjara

Menurutnya, kemampuan semacam itu masih belum bisa diterima oleb banyak orang. Marwah mencontohkannya, dengan orang zaman batu yang heran jika melihat pesawat terbang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Taat Pribadi itu, bisa melihat dimensi yang tidak dilihat oleh orang lain. Kalau kata teman saya yang S3, yang seperti itu biasa disebut transdimensi," kata Marwah, Minggu 2 Oktober 2016.

img_title Kasus Dimas Kanjeng Belum Usai, Ada Uang Dolar Zimbabwe

Karena itu, Marwah mengaku tidak heran, jika ruangan yang disebut sebagai bunker di rumah Dimas Kanjeng, tidak terlihat oleh orang lain. Sebab, untuk bisa melihat bunker itu harus disertai dengan kehadiran Dimas Kanjeng.

"Polda dan Bank Indonesia, kalau mau datang untuk memeriksa, ya tidak akan bisa kalau beliau tidak ada," kata Marwah.

img_title Usai Vonis, 6 Perkara Lain Bakal Jerat Dimas Kanjeng

Marwah melanjutkan, kemampuan itu bisa dilakukan Dimas Kanjeng di berbagai tempat. Tidak hanya di dalam komplek padepokannya. "Jadi, di mana pun beliau bisa melakukan proses transdimensi itu, karena sudah pernah dicoba di Jawa Tengah, Bali, dan tempat lainnya," kata Marwah.

Sebelumnya, Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditangkap di dalam area padepokannya di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Dimas Kanjeng ditangkap, karena membunuh anak buahnya Ismail dan Abdul Gani. (asp)

Sidang Perdana Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Masih Ingat Dimas Kanjeng? Dukun yang Bisa Gandakan Uang, Kini Sudah Bebas dari Penjara

Dimas Kanjeng, “dukun pengganda uang” yang sempat heboh pada 2016, kini bebas bersyarat dan kembali ke padepokan di Probolinggo untuk memimpin kegiatan keagamaan bersama.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut