Tiga Pelaku Pembunuhan Suporter SFC Ditangkap, 6 Masih Buron

Jenazah korban bentrok suporter Sriwijaya FC
Sumber :
  • VIVA.co.idYK Putra (14 Oktober 2016)

VIVA.co.id – Tiga anggota suporter Sriwijaya FC berhasil ditangkap Satreskrim Polresta Palembang. Ketiganya terlibat dalam aksi pengeroyokan hingga menyebabkan kematian Naga Reno Cenopati (16). Kini, enam orang lainnya masih buron.

Mirisnya, ketiga suporter yang berhasil ditangkap itu masih berstatus pelajar. Mereka yakni, MAT (17), DI (16) dan RS (16),. Mereka ditangkap di kedaman masing-masing di kawasan Kecamatan Seberang Ulu (SU) 1, Senin 17 Oktober 2016 kemarin malam.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede menerangkan, dari tiga tersangka, enam orang lagi masih dalam pengejaran. Pengeroyokan itu dipicu aksi saling ejek diantara dua kelompok yang sama-sama suporter Sriwijaya FC.

“Motifnya untuk sementara tersinggung karena menghina pacar kelompok suporter lain. Jadi mereka ribut di dalam stadion. Ketika di luar, korban langsung dikeroyok. Enam pelaku lagi masih buron," kata Maruly, Selasa 18 Oktober 2016.

Sementara dari pengakuan pelaku RS (16) salah satu pelaku, awalnya mereka sedang asyik menonton pertandingan dan mendukung Sriwijaya FC. Korban Reno yang tergabung dalam Singa Mania korwil Radial datang ke stadion bersama beberapa wanita berpakaian seksi.

Melihat itu, beberapa suporter dari Singa Mania korwil kertapati langsung menyebut perempuan itu adalah wanita nakal. Korban Reno yang tak senang langsung terbakar emosi, sehingga keributan pun terjadi.

 "NT(DPO) yang ngomong sepertii itu, cewek-cewek Singa Mania wanita bayaran. Langsung ribut di dalam stadiion," kata RS.

Lantaran ada pengamanan dari petugas Kepolisian, para kelompok suporter itu berhasil dilerai. Namun, ketika di luar stadion, mereka kembali bertikai. "Saya cuma ikut-ikutan saja. Yang lain juga ikut mukul." 

Tentara Pemutilasi Kekasihnya Bantah Tuduhan Rencanakan Pembunuhan

(mus)

Rekonstruksi Pembunuhan Bos Pelayaran di kelapa Gading

Pegawai Pembunuh Bos Pelayaran Sempat Kesurupan, Polisi: Itu Pura-pura

Bos pelayaran dibunuh secara kejam.

img_title
VIVA.co.id
26 Agustus 2020