Pengakuan Istana soal Dugaan Makar Sri Bintang Cs

Kapolri (kiri) berbincang dengan SesKab Pramono Anung (kanan).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

VIVA.co.id – Pihak Istana Negara akhirnya angkat bicara soal dugaan makar yang dilakukan sejumlah aktivis, pada awal Desember 2016.

img_title Menteri Pigai: Pernyataan Saiful Mujani soal Ajakan Makar Tidak Dijamin Konstitusi Berpendapat

Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, sebenarnya pemerintah saat ini sudah berada jalur yang benar. Demokrasi tumbuh baik, ekonomi tumbuh bagus dan infrastruktur terus di kebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pertumbuhan ekonominya bagus, maki-maki juga enggak apa-apa asal tidak berlebihan. Kalau berlebihan, ditangkap," ujar Pramono Anung, dalam sambutannya di acara Indonesianisme Summit, Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu, 10 Desember 2016.

img_title Ucapan Saiful Mujani Berujung 2 Laporan Polisi di Polda Metro

Pramono mengatakan, tidak masalah jika ada pihaknya yang mengkritik pemerintah. Tapi kritik itu bukan tanpa batasan. Ia juga mengaku, dahulu sangat sering melakukan kritikan terhadap pemerintah.

Hanya saja, kritikan itu tidak berlebihan. Pemerintah melihat, ada upaya yang memang ingin menjatuhkan pemerintahan yang sah.

img_title Saiful Mujani Dipolisikan Buntut Video Viral Diduga Bermuatan Makar

"Indonesia adalah negara demokrasi. Berbeda adalah hal yang biasa. Tapi kalau kemudian sudah mengambil langkah-langkah katakanlah mendorong sidang istimewa, meminta untuk memakzulkan dan sebagainya, ini sudah menjadi luar biasa," kata politisi senior PDI Perjuangan itu.

Pemerintahan Jokowi-JK, kata Pramono, tidak alergi terhadap kritik. Bahkan menurutnya, pemerintah sangat membutuhkan kritik itu untuk menjadi obat dalam menjalankan pemerintahan ke depannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kritik itu obat. Dan saya yakin kalau pemerintah dikritik itu akan makin kuat karena bagaimana pun pemerintah tanpa kritik itu juga tidak baik," katanya.

Seperti diketahui, pada 2 Desember 2016, sebelum aksi 212, ditangkap sejumlah aktivis. Seperti Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Ahmad Dhani, Hatta Taliwang, Kival Zein, dengan tuduhan berbuat makar dan penghinaan terhadap kepala negara. Beberapa sudah dilepas. Namun ada juga yang masih dilakukan penahanan.
 

Pengamat politik Saiful Mujani menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya (kiri)

Diperiksa soal Dugaan Makar, Saiful Mujani: Buktinya Ada di Kepala Semua

Pengamat politik Saiful Mujani, menjalani pemeriksaan di Markas Polda Metro Jaya, hari ini, terkait laporan dugaan penghasutan yang dikaitkan dengan isu makar.

img_title
VIVA.co.id
4 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut