Agung Meletus dan 'Celaka' Pariwisata Indonesia

Panorama Gunung Agung dengan kehadiran bulan purnama penuh baru-baru ini.
Panorama Gunung Agung dengan kehadiran bulan purnama penuh baru-baru ini.
Sumber :
  • Reuters/Darren Whiteside

VIVA – Aktivitas erupsi Gunung Agung di Pulau Bali menyingkap 'sisi kelam' lain dari lemahnya sektor pariwisata di Tanah Air. Bagaimana tidak, ketika tanah Dewata sedang bergemuruh dengan letusan, limpahan wisatawan yang sedianya hendak dan terkumpul di Bali akhirnya cuma bertahan menunggu reda.

Menteri Pariwisata Arief Yahya bahkan menyebut ada potensi devisa senilai Rp9 triliun dari sektor wisata Bali yang hilang akibat erupsi Gunung Agung.

Angka itu didapatnya dari estimasi 15 ribu wisatawan yang biasanya datang ke Bali dan dengan asumsi pengeluaran Rp250 miliar per hari. 

"Sekitar 36 hari (masa tanggap darurat), dikalikan Rp250 miliar akan ada Rp9 triliun kita akan kehilangan devisa," kata Arief, Senin, 4 Desember 2017.

Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Bali.

FOTO: Aktivitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat erupsi Gunung Agung

'Kepanikan' Arief soal erupsi Gunung Agung Bali juga tercermin dari ketakutannya soal tak tercapainya target 15 juta wisatawan mancanegara yang telah dipatok pemerintah.