Kapolri Ingatkan Anak Buah Waspada Teroris 'Lone Wolf'
- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
"Bayangkan Amerika, Inggris, Prancis itu semua bobol dengan lone wolf. Lone wolf adalah mereka yang menonton internet, membaca internet, setelah itu menjadi radikal. Cara membuat bom juga dari internet. Ini tidak bisa dideteksi. Begitu dilakukan serangan baru bisa kita tangkap," terang Tito.
Untuk mengatasi hal ini, Tito akan memperkuat Patroli Siber. Selain itu, ia akan mengembangkan setiap informasi yang didapat dari informan dan para sukarelawan. "Jadi para jurnalis yang memiliki follower banyak, itu kita minta juga ikut aktif untuk memonitor mereka," tegasnya.
Tito menambahkan, lahirnya pelaku teroris kelompok 'lone wolf' tidak bisa dianggap remeh. Karena mereka bergerak sendiri-sendiri dan sangat tertutup. "Yang lebih sulit dideteksi seperti peristiwa Eropa dan Amerika itu banyak lone wolf. Terakhir Manhattan, serangan itu juga lone wolf," imbuhnya. (one)