Menguak Harta Calon Tajir yang Lawan Kotak Kosong di Banten

Warga Baduy memasukkan kertas suara di Pilkada Banten.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/ Nunung Purnomo

VIVA – Empat wilayah kota dan kabupaten di Provinsi Banten akan menyelenggarakan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah 2018. Dari empat wilayah itu, tiga di antaranya hanya diikuti masing-masing satu pasangan calon. Artinya, mereka cuma melawan kotak kosong.

Disebut Mau Ikut Pilkada Lagi, Rano Karno: Saya Tegaskan Tidak

Tidak diketahui, kenapa Pilkada Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kabupaten Lebak, hanya diikuti satu pasangan. Apakah faktor tak ada calon yang populer atau lainnya.

Ketiga pasangan calon yang berlaga melawan kotak kosong di Banten, selama ini dikenal sebagai orang yang tajir. Terutama calon Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.

Untung Rugi Pilkada Langsung dan Tak Langsung

Penelusuran VIVA, berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang diakses dari situs resmi KPK, acch.kpk.go.id, mantan ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten ini memiliki total harta lebih banyak dari seniornya di Partai Golkar, Idrus Marham.

Zaki Iskandar, terakhir melaporkan kekayaannya pada 10 September 2012. Sementara itu, periode sebelumnya, Zaki melaporkan kekayaannya pada 2010.

Pilkada ala Orba

Periode pertama laporannya di tahun 2010, saat masih menjabat sebagai anggota DPR-RI, Zaki tercatat memiliki harta kekayaan dengan total Rp 31.211.769.046. Sementara periode kedua, saat dirinya mencalonkan diri sebagai Bupati Tangerang, di tahun 2012, harta kekayaan Zaki berkurang menjadi Rp28.766.596.629 miliar. 

Sedangkan, Idrus yang baru dilantik jadi Menteri Sosial, terakhir kali melaporkan hartanya pada 29 Desember 2009. Tepatnya ketika menjabat anggota DPR RI. Total harta kekayaan Idrus, saat itu mencapai Rp9.531.079.160 dan 40.000 Dolar Amerika Serikat.

Sementara itu, calon Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, telah dua kali melaporkan harta kekayaan miliknya, yakni pada 08 Juni 2013 dengan nilai mencapai Rp 5.545.516.000. Laporan kedua dilakukan pada 17 Desember 2015, dengan nilai mencapai Rp 6.187.516.000.

Dan yang terakhir, calon Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, memiliki harta kekayaan mencapai Rp 1.139.398 saat menjabat sebagai anggota DPR RI di tahun 2009. Lalu laporan kedua nya, tercatat pada 29 Mei 2013, saat mencalonkan diri sebagai Bupati Lebak periode pertama, dengan nilai kekayaan Rp 2.331.732.000.

Warga Baduy memasukkan kertas suara di Pilkada Banten. (Foto ilustrasi).

Demokrat Lawan Keluarga Ratu Atut di Pilkada Banten

Banten akan menggelar pilkada.

img_title
VIVA.co.id
1 Juli 2020