Kini Bagi Demokrat Cawapres Bukan 'Harga Mati'

Presiden Jokowi Terima SBY di Istana Merdeka
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Setpres/Cahyo Bruri Sasmito

VIVA – Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengakui saat ini partainya memang lebih intensif melakukan komunikasi politik dengan Partai Gerindra. Yang terkini, bagi Demokrat, posisi cawapres di Pemilu 2018 bukan harga mati.

Demokrat Ungkap Kejanggalan Pembahasan RUU HIP sejak Awal

"Dari video yang dirilis pak SBY mengatakan dengan tegas, cawapres bukan harga mati bagi PD (Partai Demokrat). Yang harga mati bagi PD adalah rakyat mau dapat apa, jangan hanya bicara power sharing. Itu yang paling inti," kata Ferdinand di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 18 Juli 2018.

Ia menambahkan, Prabowo merupakan sosok Capres yang layak diusung. Namun memang persoalan peluang kemenangan Prabowo sangat bergantung pada masyarakat Indonesia. 

Pilkada 2020, Demokrat dan Golkar Sepakat Usung 33 Paslon

"Kita juga melakukan simulasi banyak. Beliau menang tergantung wakilnya siapa. Wakilnya pak Prabowo akan sangat menentukan peluangnya menang," kata Ferdinand.

Dia mengakui Demokrat memang belum berkomunikasi dengan PDIP secara langsung melainkan hanya melalui Jokowi. Sementara komunikasi politik dengan Gerindra dan Prabowo dijajaki.

Bertemu Said Aqil, AHY Bicara Kemiripan Demokrat dengan PBNU

"Arah politiknya sekarang memang kita lebih intens dengan Gerindra tapi apakah itu akan terbentuk koalisi itu tergantung hasil pembicaraan antara SBY dengan Prabowo," kata Ferdinand lagi. (ren)

Warga Baduy memasukkan kertas suara di Pilkada Banten. (Foto ilustrasi).

Demokrat Lawan Keluarga Ratu Atut di Pilkada Banten

Banten akan menggelar pilkada.

img_title
VIVA.co.id
1 Juli 2020