MKD DPR Akan Periksa Effendi Simbolon Hari Ini

Ketua Fraksi PDIP Utut Adiyanto bersama anggota fraksi Effendi Simbolon
Sumber :
  • VIVA/Farhan

VIVA Politik - Mahkamah Kehormatan Dewan DPR menjadwal pemeriksaan terhadap tiga pelapor kasus pernyataan 'TNI kayak gerombolan' dan terlapor Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon pada hari ini, Kamis, 15 September 2022.

img_title Mencuat Isu Jakarta Siaga 1 Usai Pengerahan Prajurit TNI, Pramono Bantah hingga Beberkan Fakta Kondisi DKI

3 Pelapor

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam jadwalnya, tiga pelapor, yakni perorangan B. Denny Namang, Organisasi Pemuda Panca Marga dan Organsasi LSM Antartika akan diperiksa pada pukul 11.00 WIB. Sementara, Effendi Simbolon bakal diperiksa pukul 14.00 WIB.

img_title Ricuh Perayaan Maulid di Aceh Hingga Tewaskan 1 Warga dan 19 Luka, Ini Penjelasan Lengkap TNI

MKD Putuskan Panggil Effendi Simbolon

Wakil Ketua MKD Habiburokhman mengungkapkan berdasarkan hasil rapat pimpinan, MKD memutuskan memanggil tiga pelopor dan Effendi Simbolon terkait pernyataan TNI kayak gerombolan.

img_title Soal Pengerahan Prajurit dalam Jumlah Besar ke Jakarta, TNI AL: Untuk Melindungi Seluruh Rakyat

"MKD DPR sudah rapim kami memutuskan untuk memanggil saudara Effendi Simbolon karena sudah diadukan juga oleh para pengadu soal rapat di Komisi I DPR," kata Habiburokhman.

Rapat Kerja Komisi I DPR dengan Kemenhan dan Panglima TNI

Effendi Simbolon melontarkan pernyataan TNI seperti gerombolan pada rapat kerja Komisi I DPR dengan Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, 5 September 2022 lalu terkait RKA (Rencana Kerja dan Anggaran) dan isu-isu aktual di Gedung DPR.

Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP Effendi Simbolon.

Photo :
  • Istimewa

Saat itu, politikus PDIP itu menyoroti sejumlah persoalan di TNI termasuk dugaan disharmonis antara Jenderal Andika dengan Kasad Jenderal Dudung Abdurachman.

Pernyataan Effendi dinilai oleh para pelopor melanggar kode etik DPR. Bahkan pernyataan Effendi ini memicu kemarahan sejumlah anggota TNI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Effendi sendiri sudah menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya. Effendi mengaku tidak ada niat menjatuhkan TNI dan menstigma TNI sebagai gerombolan. Dia berbicara seperti itu dalam konteks ketidakpatuhan terhadap pimpinan TNI.

TNI menyita satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm beserta amunisi dan sejumlah perlengkapan lainnya

Kontak Tembak di Yahukimo, TNI Sita Senjata Rakitan Kaliber 5,56 mm Milik OPM

Kontak tembak antara prajurit TNI dan kelompok bersenjata terjadi di Kali Braza, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (3/11/26).

img_title
VIVA.co.id
6 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut