Prabowo Sebut Perdamaian Tak seperti Durian Jatuh, Kalau Lengah Biasanya Negara Akan Gagal

Capres Prabowo Subianto
Sumber :
  • Istimewa

Banten – Calon presiden (capres) nomor urut dua, Prabowo Subianto mengatakan menjaga perdamaian sebuah negara bukanlah pekerjaan ringan. Upaya menjadikan Indonesia negara yang sejahtera tidak dapat dikerjakan dalam waktu singkat maupun satu pihak saja.

Rekapitulasi Nasional, Suara PDIP Tertukar dengan Golkar di Seoul

“Pembangunan suatu negara, keberhasilan suatu negara, bukan pekerjaan ringan. Bukan pekerjaan 1-2 tahun; 1-2 periode; 1-2 dasawarsa. Pembangunan negara yang berhasil membutuhkan waktu yang tidak sedikit,” kata Prabowo saat hadir dalam acara doa bersama 2.000 kiai se-Banten, Minggu, 3 Desember 2023.

Untuk mencapai negara yang sejahtera, Prabowo menyebutkan salah satu kuncinya ialah perdamaian. Kata dia, Indonesia menjadi negara yang dihormati dan dikagumi oleh bangsa lain karena mampu menjaga keharmonisan bermasyarakat.

Diduga Ada Kecurangan Penggelembungan Suara, Demokrat Minta Pileg di Ketapang Kalbar Diulang

Prabowo Subianto Kampanye di Banten

Photo :
  • VIVA/ Yeni Lestari

“Jangan mengira perdamaian itu ibarat durian jatuh dari pohon. Perdamaian itu bukan sesuatu yang mudah,” ujarnya.

Update Real Count KPU Capai 77,98 Persen: Prabowo-Gibran Peringkat Teratas

Mantan Danjen Kopassus itu lantas menggambarkan konflik yang terjadi di beberapa negara seperti di Libya, Sudan, Mali, Suriah, Irak, dan Chad. Prabowo juga menyebutkan, kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Palestina.

Melihat berbagai konflik di negara lain, Prabowo lantas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga kerukunan agar kedamaian di bumi Indonesia dapat terus berlangsung.

“Kita harus bersyukur bahwa kita punya pemimpin-pemimpin yang bisa menjaga bangsa ini, bisa menjaga kita semua untuk tidak terjerumus dalam peperangan,” kata dia.

“Tetapi sejarah manusia mengajarkan kepada kita, kalau kita lengah, kalau kita malas, kalau kita tidak mau rukun, kalau kita ribut terus biasanya negara tersebut akan gagal,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya