Rekapitulasi Nasional, Suara PDIP Tertukar dengan Golkar di Seoul

Petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) menyusun kotak suara yang berisi surat suara hasil Pemilu Serentak 2019. (Foto ilustrasi)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Jakarta - Hasil perolehan suara PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar tertukar dalam rekapitulasi penghitungan suara di wilayah kerja Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Seoul, Korea Selatan.

Pemilu di AS dan Eropa Diprediksi akan Pengaruhi Iklim Investasi Indonesia

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara Luar Negeri di Tingkat Nasional hari ketiga di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat.

Diketahui, PDIP mendapatkan nomor urut ketiga. Sedangkan, Partai Golkar urutan keempat. Mulanya, saksi dari PDIP Harli Muin mendapati kejanggalan.

MK Juga Surati KPU dan Bawaslu, Bakal Bacakan Dua Putusan

Ia melihat terdapat perbedaan perolehan suara partai berlambang banteng moncong putih itu di Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) dengan Formulir C.Hasil Plano di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 016 Seoul.

"Pertanyaan saya kenapa salah-salah begini, Mbak? Apakah ini Sirekap atau sengaja salah? Ini tidak sesuai ditulis kenapa, apa karena Sirekap atau Anda sengaja salah menuliskan? Atau memang diubah?" tanya Harli kepada divisi teknis PPLN Seoul, Rinda di Kantor KPU RI, Jakarta, dikutip Sabtu, 2 Maret 2024.

135 Purnawirawan TNI-Polri Ajukan Amicus Curiae ke MK Terkait Sengketa Pilpres

Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri

Photo :
  • Dokumentasi PDIP

Harli pun menyoroti suara yang seharusnya ditulis 4 justru ditulis 2 dan yang harusnya 21 menjadi 9.

"Kita ini kan belum catat, lihat itu empat (suara untuk) partai, kau tulis dua di situ. Lalu seharusnya (ada suara) 21, itu menjadi 9. Kenapa dikurangi begitu banyak?" ucap dia.

Atas kejanggalan yang diungkapkan itu, seluruh pihak mencermati lagi perolehan suara PDIP dengan nomor urut 3 itu. Formulir C.Hasil Plano dari TPS 016 yang diunggah dalam Sirekap pun ditampilkan saat rapat.

Dalam kesempatan itu, Anggota KPU RI Yulianto Sudrajat mengatakan formulir manualnya harus dicocokkan dengan data yang ada di Sirekap.

Kemudian, Rinda mengakui terdapat kesalahan setelah melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap formulir-formulir yang ada. Dia mengungkapkan suara PDIP tertukar dengan Golkar.

"Setelah kami cek, ada kesalahan input di (formulir) C.Hasil. Setelah kami cek untuk seluruh suara partai politik dan suara calon PDIP itu tertukar dengan Partai Golkar. Jadi di sebelahnya, seperti itu. Salah penempatan," katanya.

Selain itu, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja mengatakan apakah kesalahan input itu hanya terjadi di TPS 016 atau di seluruh TPS di ibu kota Korea Selatan tersebut.
"Hanya TPS 016," jawab Rinda.

Rinda juga menyampaikan rekapitulasi di tingkat PPLN Seoul pun sudah benar. Kesalahan terletak pada formulir perbaikan yang belum selesai di-input kembali.

Akibat insiden tersebut, PPLN Seoul pun akan melakukan rekapitulasi ulang perolehan suara PDIP dan Partai Golkar. Maka, rekapitulasi menyeluruh perolehan suara di Seoul belum dapat disahkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya