Luhut Dukung Caketum Golkar, Istana: Bukan Suara Presiden

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id – Pihak Istana tidak ingin disebut turut mendukung salah satu Calon Ketua Umum Partai Golkar. Walau ada menteri di kabinet yang merupakan kader partai tersebut.

Munas Golkar Diharapkan Jangan Terjebak soal Perebutan Ketum

Di kabinet Jokowi, Luhut Binsar Pandjaitan merupakan politikus senior Golkar yang dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan. Luhut juga dikabarkan mendukung salah satu calon yakni Setya Novanto.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah tidak ingin ikut campur dalam persoalan Golkar. Sebab, pemerintah menghargai kemandirian partai politik.

Nusron Wahid Sebut Sudah Muncul 4 Caketum, Munas Tak Akan Aklamasi

"Bahwa kemudian ada orang per orang yang memiliki latar belakang sebagai kader Partai Golkar, ya silakan saja kalau mau mendukung. Tetapi bukan kemudian artinya Presiden, artinya adalah Istana, artinya adalah pemerintah (juga mendukung)," kata Pramono, di Istana Negara, Jakarta, Senin 9 Mei 2016.

Presiden, kata Pramono, mempersilakan Partai Golkar untuk menggelar musyawarah secara demokratis. Namun untuk dukung mendukung, dipastikan Istana tidak akan terlibat. Meskipun ada individu di pemerintahan yang mendukung kandidat tertentu.

Aziz Syamsudin: Munas Kalau Enggak Kompetisi Ya Musyawarah Mufakat

"Karena yang bersangkutan kader Golkar. Kalau kader Golkar ya monggo-monggo saja untuk memberikan dukungan. Itu urusan personal," katanya.

Politikus Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mempertanyakan soal "restu" Istana terhadap salah satu kandidat ketua umum Partai Golkar yang akan maju di Munaslub Golkar pekan depan.

"Sinyal dari Istana itu sudah ada, salah satu menteri menyebut Setya Novanto," kata Doli di sela-sela diskusi dengan tema “Jalan Panjang Rekonsiliasi Golkar” di Kawasan Cikini, Jakarta, Minggu 8 Mei 2016.

Namun Doli enggan menyebut nama menteri di Kabinet Kerja yang menyatakan hal tersebut. Doli hanya meminta agar menteri itu sebaiknya menjelaskan lebih lanjut kepada publik soal pernyataan yang diinformasikan kepada dirinya. Mau tidak mau kata dia, hal tersebut bisa memengaruhi suara di Munaslub mendatang.

"Kalau dugaan intervensi kekuatan Istana itu benar," ucap Doli.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya