Menperin: Level Dolar AS Tak Masalah Asal Stabil

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus berfluktuasi saat ini. Hal ini pun semakin menjadi sorotan pelaku industri. 

img_title Rupiah Bangkit Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.141

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, sektor industri khususnya kegiatan ekspor dan impor membutuhkan stabilitas keuangan di tanah air. Sehingga, rencana kerja yang akan dilakukan pun bisa berjalan dengan baik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Level tidak masalah, asal tidak terlalu berfluktuasi," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat 20 Juli 2018.

img_title Harga Minyak Tembus US$115 per Barel, Rupiah Ikut Tertekan

Airlangga menyampaikan, nilai tukar yang terus berfluktuasi membuat sektor industri terpaksa secara terus menerus melakukan penyesuaian atas proyeksi keuangan mereka. Dia pun mengaku akan berkoordinasi dengan kementerian dan pihak-pihak terkait mengenai hal ini.

Berdasarkan data Kurs Refferensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, hari ini, dolar AS diperdagangkan pada level Rp14.520 per dolar AS. Melemah dari perdagangan Kamis 19 Juli 2018, di level Rp14.418 per dolar AS. 

img_title Dolar AS Nyaris Tembus Rp18.200, BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Makin Tertekan

Menurutnya, sektor industri setidaknya membutuhkan rupiah stabil di angka Rp14.200 per dolar AS. Agar kegiatan bisnis industri bisa berjalan lancar. 

"Saya harapkan, ada stabilisasi rupiah. Stabil. Untuk industri, saya bilang itu penting untuk melakukan substitusi impor," ujar Airlangga.

Ilustrasi rupiah

Hari Ini Rupiah Menguat Lawan Dolar AS, Begini Efek Keputusan Terbaru The Fed

Rupiah menguat 43 poin ke Rp18.141 per dolar AS pada Kamis, 29 Oktober 2026. Keputusan The Fed menahan suku bunga memengaruhi pergerakan kurs. Baca di sini

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut