Bos Mayapada Tegaskan Ekonomi RI Cukup Menyejukan

Tahir
Sumber :
  • VIVAnews/Alfin Tofler

VIVA – Chief Executive Officer Mayapada Group Dato Sri Tahir menegaskan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, merupakan dinamika wajar, merespons gejolak ekonomi global.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.605 di Tengah Tekanan Harga Minyak Dunia terhadap Ketahanan Fiskal RI

Apalagi, rupiah tak sendiri, dampaknya juga dirasakan oleh sejumlah mata uang lainnya di dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya kira, bukan (rupiah) kita lemah, artinya dolar menjadi kuat ya. Karena, yang lemah bukan hanya (mata uang) kita saja, China juga. Currency yang lain juga lemah, tidak ada yang kuat," kata Tahir di Gedung BI, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin 15 Oktober 2018.

img_title Rupiah Melemah ke Rp 17.585 Dibayangi Tekanan Harga Minyak Dunia terhadap Ketahanan Fiskal RI

"Rupiah itu antara Rp14 ribu sampai Rp15 ribu, memang harusnya di sana. Memang, tidak ada alasan," kata Tahir.

Meski demikian, Tahir memastikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah saat ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Apalagi, dikaitkan dengan krisis yang pernah mendera perekonomian nasional di era 1998.

img_title Rupiah Memerah di Rp 17.513 Namun Diprediksi Menguat Ditopang Konsumsi Domestik & Keyakinan Konsumen

Karena, lanjut Tahir, kondisi saat ini jelas jauh berbeda dengan gejolak ekonomi-politik yang terjadi di medio 1997-1998 silam. Di mana, krisis yang terjadi memang menghantam berbagai sektor secara signifikan.

"Ini masalah psikologis aja. Hanya, karena kita kena (dampak) perang (dagang) yang enggak-enggak itu antara China sama AS. Lalu ada masalah Turki, dan ini semua membawa dampak. Tapi sebagai bankir, saya pemilik Bank Mayapada, saya tidak menemukan ada rush orang untuk beli dolar AS. Hal yang cukup menyejukkan," ujarnya. (asp)

Uang dolar AS dan rupiah.

Rupiah Menguat ke Rp 17.661 di Tengah Isu Pergantian Menkeu Purbaya ke Suahasil

Hingga pukul 09.00 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.661 per dolar AS. Posisi itu menguat 8 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.669 per dolar AS.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut