Penyebab Turunnya Kualitas Pariwisata Bali

Pura Desa Gede, Desa Peliatan, Ubud, Bali
Sumber :
  • Antara/ Nyoman Budhiana

Anehnya, para pegawai toko tersebut tak bisa berbahasa Indonesia meski memiliki KTP Indonesia seperti Singkawang dan Sumatera. 

img_title Kinerja Tiket.com Meningkat Seiring Pulihnya Industri Pariwisata

"Ini juga saya selidiki. Lalu pembayarannya dia pakai WeChat. Artinya, produk yang mereka jual tidak ada di Bali. Di sini hanya sampel saja. Barang sudah ada di sana (China). Kita tidak pernah terima pendapatan dari impor barang dia," jelas Cok Ace. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari keuntungan itu disebut jual beli kepala. Toko harus bayar kepada agen, kepada partner sekian dolar," beber dia.

img_title Kebangkitan Pariwisata Nasional, Kolaborasi Otoritas Wisata Daerah dan UMKM

Jika turis China tak tertarik membeli juga, Cok Ace mengaku mereka memiliki trik rayuan maut lainnya. Yakni, mereka akan memelas bercerita jika orangtua mereka pengusaha kaya raya di negeri asalnya. Mereka dikirim ke Bali untuk mengelola usaha orangtua mereka. 

"Dia mengaku tersiksa di Indonesia. Dia minta dibeli barangnya agar dapat pulang ke negaranya. Dari satu kepala, keuntungan yang didapat US$100. Kira-kira dia dapat US$1.000 dari bisnis itu dalam sehari," urai dia.

img_title Sindiran Menohok Pemprov Bali ke Filipina Usai Comot Pemandangan Sawah Ubud

Hal lainnya, banyak turis China yang mengalami kecelakaan dalam berkendara. Setelah dicek ternyata bus yang mereka sewa adalah keluaran tahun 80-an. Sementara banyaknya turis China yang tewas saat diving atau rafting itu terjadi lantaran sengaja menyewa instruktur tak bersertifikat berbiaya murah.

"Sekarang mencuat isu di China jika mereka diusir dari Indonesia. Bali yang daerahnya baik sekarang juga sudah tidak mau menerima kami (orang china). Maka baru-baru ini saya ke China menjelaskan apa yang terjadi sesungguhnya. Kalau mereka dikelola dengan baik, cukup bagus karena ada 11 juta turis China trip ke Bali," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, salah satu narasumber pada acara itu, Wakil ketua Umum 1 IWAPI, Ni Wayan Parwati Asih menyatakan dukungannya terhadap program Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebagai spirit pembangunan ekonomi Bali guna menunjang pembangunan nasional khususnya Provinsi Bali. 

"Kami mendukung segala upaya yang dilakukan Pemprov Bali guna melindungi industri pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pasar global," ujarnya. (ase)

Menparekraf Sandiaga Uno

Sandiaga Uno Bicara Masa Depan Bali, Pariwisata Tak Cukup Hanya Andalkan Banyak Turis

Namun, di tengah tingginya aktivitas pariwisata, tantangan yang dihadapi Pulau Dewata Bali kini bukan semata bagaimana mendatangkan lebih banyak wisatawan.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut