Nilai Tukar Petani Juni Anjlok 0,28 Persen

Kepala BPS, Suhariyanto saat konferensi pers inflasi.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Fikri Halim

VIVA – Badan Pusat Statistik mencatat, Nilai Tukar Petani atau NTP secara nasional pada Juni 2019, mengalami penurunan sebesar 0,28 persen. Jauh lebih rendah dibandingkan dengan NTP pada Mei, yang mengalami kenaikan sebesar 0,38 persen.

img_title Nilai Tukar Petani di Juni 2026 Anjlok Meski Harga Beras Naik, BPS Ungkap Datanya

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun
untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat daya beli petani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, NTP pada bulan itu tercatat sebesar 102,33, lebih rendah dari Mei 2019, yang sebesar 102,61. Penurunan NTP, karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,15 persen, lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,43 persen.

img_title 2 Subsektor Pertanian Anjlok, Nilai Tukar Petani Cuma Tumbuh 0,07 Persen di Mei 2025

"Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 33 provinsi di Indonesia pada Juni 2019, NTP secara nasional turun 0,28 persen dibandingkan NTP Mei 2019, yaitu dari 102,61 menjadi 102,33," katanya di Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.

Penurunan NTP Juni 2019, dipengaruhi oleh turunnya NTP di dua subsektor pertanian, yaitu NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,22 persen dan Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,47 persen.

img_title Nilai Tukar Petani November 2023 Naik 0,82 Persen, 4 Komoditas Ini Jadi Penyokong

Sementara itu, NTP di tiga subsektor pertanian lainnya mengalami kenaikan, yaitu NTP Subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 0,31 persen, Subsektor Peternakan sebesar 0,20 persen, dan Subsektor Perikanan sebesar 0,12 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, NTP Tanaman Perkebunan Rakyat perlu menjadi perhatian utama pemerintah, karena indeks harga yang diterima menurun 0,93 persen, sedangkan indeks harga yang di bayar petani naik 0,56 persen.

"Itu, karena fluktuasi berbagai harga komoditas perkebunan di pasar dunia akan berpengaruh terhadap pendapatan petani perkebunan misalnya terjadi penurunan harga kelapa sawit, kopi, cengkeh, lada dan teh," ungkap dia.

Ilustrasi petani

Nilai Tukar Petani Meningkat 0,15 Persen di Juli 2026

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono melaporkan, Nilai Tukar Petani (NTP) di Juli 2026 sebesar 127,84, naik 0,15 persen dibanding Juni 2026. B

img_title
VIVA.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut