Disebut Hindari Bayar Pajak, Sri Mulyani: Adaro Selama Ini Transparan

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

VIVA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku akan mendalami temuan yang dilakukan oleh lembaga internasional nirlaba Global Witness, terkait penghindaran bayar pajak yang dilakukan oleh PT Adaro Energy Tbk.

img_title Said Iqbal Mau Pajak Pembalut, THR hingga JHT Jadi 0 Persen

Meski begitu, Sri mengungkapkam bahwa selama ini rekam jejak data perpajakan Adaro yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan sudah transparan dan bisa diverifikasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita mencermati apa yang ada di sana. Selama ini kan kita juga memiliki track record-nya dari Adaro, jadi kalau ada data-data yang lain akan dilihat oleh Direktorat Jenderal Pajak," kata Sri saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin, 8 Juli 2019.

img_title Ramai Isu PPN Transfer Bank Mulai 9 November, Ini Penjelasan Menkeu

"Beberapa hari ini kan sudah transparan dan efektif hubungan antar yurisdiksi, jadi sebetulnya data-data tersebut pasti akan bisa diverifikasi," ungkap dia.

Melalui siaran pers berjudul "Adaro Moves Hundreds of Millions of Dollar Into Growing Offshore Network" yang diunggah di situs resminya pada 4 Juli 2019, Global Witness menyebutkan penghindaran bayar pajak yang dilakukan Adaro dengan cara memindahkan laba tambang batu baranya di Indonesia ke jaringan perusahaannya di luar negeri.

img_title Mencuat Isu Tukang Cukur dan Tukang Pijat Dikutip Pajak, Menteri UMKM Angkat Bicara

Jaringan perusahaanya tersebut berada di Singapura dengan nama Coaltrade Services International. Sejak 2009-2017, pengalihan laba yang dilakukan Adaro memungkinkan mereka untuk membayar pajak hanya sebesar US$125 juta lebih rendah daripada yang seharusnya. 

Dengan pemindahan tersebut, Global Witness memperkirakan bahwa pemerintah Indonesia berpotensi kehilangan pemasukan sebesar hampir US$14 juta dolar setiap tahun.

Ilustrasi pajak.

Pajak Digital Jadi Sorotan, Apa yang Perlu Dilakukan Konsumen?

Pajak digital disebut berlaku 9 November 2026, tetapi bukan pajak baru. Simak aturan SPP-TDLN, dampaknya pada transaksi internet kecil, serta klarifikasi DJP.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut