Surplus Neraca Dagang Belum Mampu Tekan Fluktuasi IHSG

Suasana di lantai Bursa Efek Indonesia saat IHSG di kisaran level 6.200 (foto ilustrasi)
Sumber :
  • VIVAnews/M Ali Wafa

VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau di level 4.876 pada pembukaan perdagangan Selasa 16 Juni 2020. Posisi itu menguat 60 poin atau 1,25 persen, dibanding penutupan perdagangan Senin 15 Juni 2020 di level 4.816.

img_title IHSG Ditutup Menguat ke 5.282, Saham Astra dan BBCA Melonjak Hampir 8 Persen

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, memprediksi, IHSG masih akan terus berupaya untuk kembali ke zona hijau, di tengah kecenderungannya berfluktuasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Data neraca perdagangan Indonesia yang surplus sebesar US$2,09 miliar tidak mampu menutup keran pelemahan IHSG," kata Lanjar dalam keterangan tertulisnya, Selasa 16 Juni 2020.

img_title IHSG Ambruk 1,99 Persen ke 5.266, Rupiah Rp18.167 dan Minyak Brent Jadi Beban

Selain itu, Lanjar menambahkan bahwa dampak dari gelombang kedua wabah virus Corona atau Covid-19 di sejumlah negara, telah membuat mayoritas aset berisiko kembali sell off.

Apalagi, harga minyak WTI juga mengalami penurunan signifikan hingga sekitar 4,50 persen, ke level US$34,65 per barel.

img_title IHSG Sempat Anjlok saat Pembukaan, Berbalik Menguat ke 5.409 pada Perdagangan Selasa

"Sehingga kami perkirakan, IHSG akan bergerak cenderung kembali berfluktuasi dan percobaan tutup pada zona hijau, dengan support-resistance 4.757-4.901," ujarnya.

Secara teknikal, analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji menjelaskan, berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua memiliki kisaran level 4.778,71 hingga 4.717,91.

"Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada level 4.865,27 hingga 4.975,54," kata Nafan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan indikator, MACD berpotensi membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral.

"Sebelumnya terlihat hanging man candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke area support," ujarnya.

Papan elektronik pergerakan IHSG beberapa waktu lalu.

IHSG Sempat Ambruk ke 5.066, Saham Big Cap Tertekan, Sejumlah Emiten Justru Terbang

IHSG sempat anjlok 0,61 persen ke 5.066 pada pembukaan hari ini Jumat, 30 Oktober 2026. Saham big cap tertekan, tetapi sejumlah emiten justru menguat tajam.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut