Harga Emas 11 Januari 2021: Global Bervariasi, Produk Antam Melorot

Harga Emas.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA – Harga emas internasional bervariasi pada pembukaan perdagangan awal pekan ini setelah merosot lebih dari 4 persen pada sesi sebelumnya. Dolar menguat karena imbal hasil obligasi AS tinggi membuat daya tarik investasi emas menurun.

img_title AS Kirim 10 Pesawat Militer ke Timur Tengah, Iran Bakal Digempur Lagi?

Dilansir dari CNBC, Senin 11 Januari 2021, harga emas turun 0,2 persen menjadi US$1.844,51 per ons. Setelah pada pekan lalu menyentuh level terendahnya sejak 15 Desember 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, emas berjangka AS mengalami kenaikan. Logam kuning negara Paman Sam itu naik 0,5 persen menjadi US$1.844 per ons.

img_title Harga Emas Terancam Terus Melemah? Kemendag Ungkap Biang Keroknya

Baca juga: BNI Tetap Buka di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Emas domestik

img_title Harga Emas Antam Turun Rp13.000, Jumat 30 Oktober 2026, Cek Daftar Terbarunya

Di dalam negeri, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini dibanderol seharga Rp952 ribu per gram. Harga emas Antam turun Rp2.000 per gram dibandingkan dengan perdagangan terakhir akhir pekan lalu.

Dikutip dari data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, pembelian kembali atau buyback ditetapkan seharga Rp833 ribu per gram. Harga itu turun Rp5.000 per gram.

Adapun untuk harga emas berdasarkan ukuran, yakni lima gram dijual Rp4,35 juta, 10 gram Rp9,01 juta, 25 gram Rp22,42 juta, dan 50 gram Rp44,75 juta.

Kemudian, emas 100 gram dibanderol Rp89.81 juta, 250 gram Rp223,26 juta, dan emas 500 gram Rp446,32 juta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya, untuk ukuran emas terkecil dan terbesar yang dijual Antam pada hari ini, yaitu 0,5 gram dibanderol Rp528 ribu dan 1.000 gram senilai Rp896,6 juta.

Antam juga mencatat hanya ukuran 3 dan 100 gram saja yang tersedia di butik Logam Mulia. (art)

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara

Pramono Ingin DKI Terbitkan Obligasi, Begini Respons Menkeu Suahasil

Menkeu Suahasil Nazara mengingatkan penerbitan obligasi daerah harus mengikuti aturan. Rencana DKI Jakarta masih dibahas bersama pemerintah pusat. Baca di sini

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut