Transaksi RI-China Kini Bisa Tanpa Dolar AS, Eksportir Buka Suara

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno.
Sumber :
  • VIVA/Arrijal Rachman

VIVA – Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) buka suara terkait kebijakan transaksi perdagangan dan investasi antara China dan Indonesia yang kini bisa tanpa menggunakan dolar Amerika Serikat (AS)

img_title Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Rp 18.033 per Dolar AS

Bank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBC) mengumumkan, sejak hari ini, Senin, 6 September 2021, transaksi-transaksi kedua negara telah bisa langsung menggunakan rupiah atau yuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ini karena kedua bank sentral tersebut secara resmi memulai implementasi kerja sama penyelesaian transaksi bilateral dengan mata uang lokal atau Local Currency Settlement (LCS).

img_title Rupiah Hari Ini Bertahan di Rp17.992 per Dolar AS, Bagaimana Pengaruh Kebijakan The Fed?

Ketua Umum GPEI Benny Soetrisno mengatakan, transaksi perdagangan RI-China ini memang sangat penting guna meminimalisir ketergantungan terhadap dolar AS.

"Untuk mengurangi risiko valas (valuta asing) rupiah terhadap US Dollar," kata dia kepada VIVA, Senin, 6 September 2021.

img_title Rupiah Menguat Tipis, Rencana BEI Singkirkan 80 Saham HSC dari IHSG Jadi Sorotan

Meski demikian, Benny mengakui, layanan yang disediakan kedua bank sentral ini tidak akan efektif jika tidak dimanfaatkan pengusahanya. Maka, dia mengimbau agara fasilitas ini dimanfaatkan.

"Hal ini bisa terlaksana dengan baik Tergantung masing-masing pengusaha kedua negara tersebut," ungkap Benny.

Meski demikian, dia belum bisa memperkirakan perkembangan pemanfaatan ini akan seperti apa ke depannya. Namun, yang pasti nilai perdagangan kedua negara memang besar.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juli 2021, perdagangan Indonesia masih defisit dengan China sebesar minus US$844,5 juta. Diikuti Australia minus US$448,1 juta dan Thailand yang minus US$271,1 juta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, BI mengungkapkan, LCS memberikan banyak manfaat langsung kepada pelaku usaha, antara lain biaya konversi transaksi dalam valuta asing yang lebih efisien dan tersedianya alternatif pembiayaan perdagangan dan investasi langsung dalam mata uang lokal.

Selain itu, LCS juga memberikan manfaat berupa tersedianya alternatif instrumen lindung nilai dalam mata uang lokal, serta diversifikasi eksposur mata uang yang digunakan dalam penyelesaian transaksi luar negeri.

Ilustrasi rupiah dan dolar

Rupiah Loyo Lagi! Dolar AS Tembus Rp18.074, Ini Faktor yang Membayangi Kurs Hari Ini

Rupiah melemah 14 poin ke Rp18.074 per dolar AS pada hari ini, Jumat 23 Oktober 2026. Simak faktor tekanan kurs, kebijakan BI, dan pergerakan obligasi.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut