Penguatan Rupiah Dibayangi Pelemahan karena Faktor Ini

Rupiah melemah terhadap dolar AS.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot menguat pada perdagangan Jumat pagi, 4 Februari 2022. Rupiah menguat sebesar 0,15 persen ke posisi Rp14.364 per dolar AS dibandingkan pada penutupan sebelumnya senilai Rp14.356 per dolar AS.

img_title Sempat Turun, Harga Minyak Dunia Kini Naik Lagi usai Serangan di Arab Saudi

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) terakhir atau kemarin sore, mematok rupiah di angka Rp14.381 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra memperkirakan, hari ini nilai tukar rupiah masih akan berpotensi tertekan terhadap dolar AS. Dikarenakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi yang akan menjadi pemicu pelemahan rupiah.

img_title Komentar Gubernur BI Usai Dolar AS Tembus Rp18.159

“Kenaikan harga minyak mentah sebagai sumber energi yang menyentuh kisaran 90 USD per barel, pertama kali sejak tahun 2014 akan menjadi pendorong kenaikan inflasi global,” kata Ariston kepada VIVA, pada, Jumat 4 Februari 2022.

Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir

img_title Centcom Klaim 95% Kapal Melintas di Selat Hormuz dengan Aman, Meski Dapat Serangan Kecil

Ia melanjutkan, inflasi yang tinggi di AS, juga akan mengkonfirmasi kebijakan pengetatan moneter AS yang lebih agresif ke depan. Hal tersebut akan mendorong penguatan dolar AS.

Sementara dari dalam negeri, penularan COVID-19 yang semakin tinggi akan meresahkan pelaku pasar. Dan hal tersebut dapat mengakibatkan nilai tukar rupiah tertekan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun, potensi penekanan rupiah hari ini berada pada arah Rp14.400. Dengan support di kisaran Rp14.350.

Ilustrasi Minyak Dunia

Harga Minyak Tembus US$115 per Barel, Rupiah Ikut Tertekan

BI mengungkapkan penyebab saat ini rupiah melemah ke angka Rp18.184 per dolar AS, mulai dari konflik Timur Tengah, penguatan dolar hingga sentimen MSCI.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut