Bos BI Beberkan Alasan Dikeluarkannya Mata Uang Rupiah Digital 

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo di Washington D.C.
Sumber :
  • ANTARA/Satyagraha

VIVA Bisnis – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, tiga alasan kenapa perlu dikeluarkannya central bank digital currency (CBDC) atau rupiah digital. 

img_title Rupiah Tertekan Minyak Brent US$115, IHSG Berbalik Merah ke Level 5.436

Adapun BI sebelumnya sudah menerbitkan white paper pengembangan rupiah digital sebagai salah satu langkah awal Proyek Garuda, yaitu proyek yang memayungi berbagai inisiatif eksplorasi atas berbagai pilihan desain arsitektur digital rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Satu, karena Bank Indonesia adalah satu satunya lembaga negara sesuai UU yang berwenang mengeluarkan digital currency yang disebut digital rupiah. Yang lain opo? Nggak sah," kata Perry dalam Talkshow Rangkaian BIRAMA, Senin 5 Desember 2022. 

img_title Rupiah Terancam Tembus Rp18.200 per Dolar AS Pekan Ini, Ini Faktor Pemicunya

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 5 Desember 2022: Global Naik, Antam Nyaris Rp 1 Juta

Perry menuturkan, untuk alasan kedua yaitu pengeluaran digital rupiah dikarenakan BI ingin melayani masyarakat. Sebab saat ini banyak masyarakat yang sudah melakukan pembayaran melalui digitalisasi dan kartu. 

img_title IHSG Sore Ini Ditutup Menguat 0,95 Persen ke 5.439

"Sekarang masyarakat kita secara demografi ada yang masih ingin menggunakan alat pembayaran kertas ada itu biasanya tua-tua kayak aku. Ada yang masih ingin menggunakan alat pembayaran berbasis rekening tadi, kartu-kartu," jelasnya. 

Menurutnya, saat ini 60 persen dari masyarakat merupakan generasi milenial. Di mana generasi milenial kedepannya membutuhkan alat pembayaran digital. 

Ilustrasi uang rupiah.

Photo :
  • U-Report

"Jadi alasan yang kedua BI sebagai bank sentral satu-satunya di Indonesia melayani masyarakat yang membutuhkan uang kertas kita siapkan, yang masih menggunakan alat pembayaran berbasis kartu kita siapkan dengan digitalisasi sistem pembayaran. Ada kawan yang milenial memerlukan alat  pembayaran digital, ya kita keluarkan digital rupiah, " jelasnya. 

Ketiga kata dia, dengan digital rupiah BI akan bekerja sama dengan dengan bank sentral negara lainnya serta lembaga internasional. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Digitalilasi currency ini untuk bekerja sama internasional, makanya BI bekerja sama dengan lembaga internasional dengan bank sentral lain mengembangkan sentral bank digital currency. Alhamdulillah di G20 kita sudah sepakati pilihan konsep desain CBDC itu apa," ujarnya.

Gubernur BI, Destry Damayanti

Komentar Gubernur BI Usai Dolar AS Tembus Rp18.159

Usai dolar Amerika Serikat (AS) tembus Rp18.100, Gubernur BI, Damayanti jelaskan, bahwa pihaknya  terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut