Amazon Mau PHK Lagi, 14.000 Karyawan di Divisi Ini Terancam

Bos Amazon Andy Jassy
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menghantui industri teknologi global di awal 2026. Setelah dua tahun terakhir diwarnai efisiensi besar-besaran, sejumlah raksasa teknologi belum sepenuhnya menghentikan langkah penghematan biaya. 

img_title Apple Kembali PHK Karyawan, Divisi Ini Paling Kena Dampak

Amazon menjadi salah satu perusahaan yang kembali dikabarkan melakukan PHK besar-besaran. Di tengah performa keuangan yang masih solid, perusahaan e-commerce raksasa asal Amerika Serikat ini justru bersiap melakukan penyesuaian besar di level korporasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baru-baru ini, Amazon dilaporkan tengah mempersiapkan gelombang kedua PHK global yang dapat dimulai paling cepat pekan ini. Perusahaan menargetkan pemangkasan sekitar 10 persen karyawan kantoran secara global, atau setara kurang lebih 30.000 posisi. 

img_title Hadapi Potensi PHK di Industri Rentan, Airlangga: Pemerintah Terus Pacu Pembukaan Lapangan Kerja

Melansir dari Modaes, Senin, 26 Januari 2026, jumlah posisi yang terdampak pada gelombang kedua ini bisa mencapai hingga 14.000 posisi, dengan skala yang serupa dengan PHK yang dilakukan pada Oktober tahun lalu. 

Pemangkasan ini diperkirakan akan menyentuh sejumlah divisi penting, mulai dari Amazon Web Services (AWS), operasi ritel, Prime Video, hingga departemen sumber daya manusia (HR). Hingga kini, Amazon belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rencana PHK terbaru tersebut.

img_title Kemenperin Ungkap Penyebab Ancaman PHK 1.500 Pekerja Garmen di Jateng, Bukan karena Serbuan Impor

Sebelumnya, Amazon telah memangkas 27.000 pekerjaan pada 2022. Jika rencana pengurangan total 30.000 peran korporasi ini tuntas, maka langkah tersebut akan menjadi PHK kolektif terbesar sepanjang 30 tahun sejarah Amazon. 

Ilustrasi kantor Amazon

Photo :
  • Amazon

Dalam gelombang PHK sebelumnya, Amazon tetap menggaji karyawan terdampak selama 90 hari dan memberi kesempatan bagi mereka untuk melamar posisi internal lain setelah masa tersebut berakhir.

Pada tahun lalu saja, Amazon memangkas sekitar 14.000 posisi di seluruh dunia, angka yang nyaris identik dengan skala PHK yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah analis menilai bahwa gelombang PHK terbaru ini berkaitan erat dengan meningkatnya penggunaan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan (AI) di internal Amazon. Namun, analis lain berpendapat bahwa langkah ini lebih merupakan penyesuaian organisasi, guna memangkas tingkat birokrasi internal yang dinilai telah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Di Eropa, Amazon juga telah melakukan efisiensi serupa. Di Spanyol, perusahaan menjalankan program redundansi (ERE) tahun lalu yang berdampak pada 1.200 karyawan. Sejalan dengan strategi globalnya, pemangkasan tersebut hanya menyasar posisi korporasi, termasuk di Amazon Digital Spain di Madrid serta Amazon Spain Service di Barcelona.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut