AS-Iran Memanas, Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS

Ilustrasi rupiah
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

“Perubahan dalam kabinet pemerintah, terutama terkait dengan pengelolaan energi dan komoditas, secara signifikan mempengaruhi neraca perdagangan,” jelasnya. 

img_title Rupiah Perkasa ke Rp17.882, Pasar Mulai Pangkas Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed

Perubahan tersebut terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada Kamis (1/10/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Posisi baru tersebut merupakan bagian dari perubahan susunan kabinet. Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi dibentuk untuk mengoordinasikan sejumlah program yang berkaitan dengan hilirisasi dan transisi energi.

img_title Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.955 per Dolar AS, Pasar Kembali Pantau Level Rp18.000

Bahlil sebelumnya menyampaikan kementerian koordinator baru tersebut akan berperan dalam mengawal program prioritas di tengah dinamika geopolitik dan kondisi ekonomi global yang berubah.

Pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan konflik AS-Iran, harga minyak dunia, arah pergerakan dolar AS, serta respons pasar terhadap perubahan kebijakan pemerintah di sektor energi dan komoditas. (Ant)

img_title Rupiah Kembali Melemah ke Rp17.915 per Dolar AS Hari Ini 1 Oktober 2026, Dekati Rp18.000 Lagi
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin

Menkes Perkirakan Peluang Bisnis Kesehatan Indonesia Tembus 840 Miliar Dolar AS

Menkes Budi Gunadi Sadikin memperkirakan nilai belanja kesehatan di Indonesia mencapai 840 miliar dolar AS per tahun. Hal ini terjadi bila Indonesia mampu sama

img_title
VIVA.co.id
9 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut