AS-Iran Memanas, Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS
- VIVAnews/Muhamad Solihin
“Perubahan dalam kabinet pemerintah, terutama terkait dengan pengelolaan energi dan komoditas, secara signifikan mempengaruhi neraca perdagangan,” jelasnya.
Perubahan tersebut terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada Kamis (1/10/2026).
Posisi baru tersebut merupakan bagian dari perubahan susunan kabinet. Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi dibentuk untuk mengoordinasikan sejumlah program yang berkaitan dengan hilirisasi dan transisi energi.
Bahlil sebelumnya menyampaikan kementerian koordinator baru tersebut akan berperan dalam mengawal program prioritas di tengah dinamika geopolitik dan kondisi ekonomi global yang berubah.
Pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan konflik AS-Iran, harga minyak dunia, arah pergerakan dolar AS, serta respons pasar terhadap perubahan kebijakan pemerintah di sektor energi dan komoditas. (Ant)