DPR Dukung Pemerintah Impor Daging dari Selandia Baru

Jaga Stabilitas Pangan, Pemerintah Impor 50 ribu Ekor Sapi
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi
VIVA.co.id
- Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mendukung langkah pemerintah yang akan mengimpor 10 ribu ton daging sapi dari Selandia Baru. Dimana upaya impor ini untuk menjaga stabilitas harga, dimana program swasembada sapi Indonesia masih panjang.

"Kalo dari data untuk sapi kita masih butuh sekitar 10 tahun lagi untuk bisa mandiri, jadi memang masih kurang," kata Daniel kepada VIVA.co.id, Minggu 27 September 2015.

Politisi PKB ini menjelaskan, kebijakan ini tidak perlu dijadikan polemik selama itu sesuai kebutuhan masyarakat. Dimana langkah itu sesuai dengan perencanaan masyarakat.

"Tidak masalah, yang pegang data kan pemerintah, sehingga kebijakan yang diambil harus berdasarkan data yang benar sehingga kebijakan yang diambil menjadi tepat," kata Daniel.
Kadin Tolak Impor Daging Sapi India

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, di Jakarta, Jumat 25 September 2015 telah mengumumkan kebijakan ini. 
Stabilkan Harga Daging, Pedagang Minta Pemerintah Impor Sapi

"Akan ada impor daging dari Selandia Baru kira-kira 10 ribu ton daging. Itu untuk bulan depan cukup, tapi untuk bulan berikutnya masih akan dibicarakan lagi dengan Selandia Baru," kata Darmin.
Ini Potensi Penyimpangan Jika Krisis Daging Tidak Diatasi

Darmin menjelaskan, Selandia Baru mengalami kelebihan suplai daging. Hal ini disebabkan negara tersebut tengah memotong sapi perah. "Kebetulan harga murah," lanjut mantan Gubernur Bank Indonesia itu. (ren)
daging

Rutin Impor Daging Sapi, Solusi Turunkan Harga?

Harga daging belum sesuai dengan keinginan Presiden Rp80 ribu/kg.

img_title
VIVA.co.id
11 Agustus 2016