Lakon Wayang Gaul, “Ganteng-Ganteng Gatot Kaca”
Kamis, 26 November 2015 - 00:01 WIB
Sumber :
VIVA.co.id
- Apa jadinya lakon Gatot Kaca dipentaskan dengan warna ‘baru’. Memadukan antara seni perwayangan dengan musik hip hop. Inilah salah satu sajian kesenian wayang yang coba dikenalkan kepada generasi muda lewat pagelaran Wayang in Town - Journey in a Thousand Years di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.
Kelompok asal Yogya, Wayang Hip Hop yang terdiri dari dalang Ki Catur Benyek Kuncoro, DJ Robert, vokalis Tiara Yanthika, serta Rapper Tyno TNT dan Inung Arhaen menyuguhkan kisah lahirnya Gatot Kaca dengan gaya kekinian berjudul Ganteng-ganteng Gatot Kaca. Penonton yang terdiri dari pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) tidak harus menonton pertunjukan wayang semalam suntuk, melainkan hanya sekitar satu jam.

Sang dalang bergaya modis dengan setelan baju dalang, kacamata hitam, dan sepatu kets memainkan wayang kulit di balik layar putih yang disorotkan proyektor sehingga para penonton yang berada pada sisi lain layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke layar tersebut.
Selain Hip Hop yang menjadi musik utamanya, lagu pop Top 40 hingga tembang jawa dilantunkan dengan sajian aransemen yang ilustratif. Dialognya menggunakan bahasa campuran (bahasa Indonesia dan Jawa) bahkan terkadang guyonan-guyonan disampaikan dengan bahasa asing. Meski dikemas modern, nilai filosofis sebuah wayang tetap tertanam dalam lakon ini.
“Kegiatannya bagus, anak-anak yang tidak tahu wayang menjadi tahu, interaktif, ada games-nya sehingga memacu kita ingat sama apa yang ditampilkan tadi. Baru kali ini saya melihat wayang dan langsung suka karena lakon wayangnya memakai bahasa gaul jadi seru.
Harapan ke depan lebih dikembangkan lagi agar generasi muda bisa mencintai dan menjaga budaya Indonesia. Orang luar negeri saja sampai mengorbankan kesini untuk belajar kebudayaan kita, masa kita nggak?” ujar Fatimah Setyawati, siswi SMPN 115 Jakarta di Gallery Indonesia Kaya 18 November 2015.
Wayang in Town – Journey in A Thousand Years diadakan di Galeri Indonesia Kaya dari 17-18 November 2015. Dihadiri oleh Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Ketua Senawangi Suparmin Sunjoyo, Ketua UNIMA T. A Samodra Sriwidjaja, Ketua Pepadi Kondang Sutrisno dan Dosen Program Studi Jawa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Dwi Woro Retno Mastuti. Melalui kegiatan ini, BCA mengajak 600 pelajar yang diundang berasal dari 19 sekolah tingkat SMP dan SMU di Jakarta dan Tangerang untuk mengenal wayang lebih dalam melalui sejumlah pergelaran, talk show, dan kompetisi.
Kelompok asal Yogya, Wayang Hip Hop yang terdiri dari dalang Ki Catur Benyek Kuncoro, DJ Robert, vokalis Tiara Yanthika, serta Rapper Tyno TNT dan Inung Arhaen menyuguhkan kisah lahirnya Gatot Kaca dengan gaya kekinian berjudul Ganteng-ganteng Gatot Kaca. Penonton yang terdiri dari pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) tidak harus menonton pertunjukan wayang semalam suntuk, melainkan hanya sekitar satu jam.
Baca Juga
Sang dalang bergaya modis dengan setelan baju dalang, kacamata hitam, dan sepatu kets memainkan wayang kulit di balik layar putih yang disorotkan proyektor sehingga para penonton yang berada pada sisi lain layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke layar tersebut.
Selain Hip Hop yang menjadi musik utamanya, lagu pop Top 40 hingga tembang jawa dilantunkan dengan sajian aransemen yang ilustratif. Dialognya menggunakan bahasa campuran (bahasa Indonesia dan Jawa) bahkan terkadang guyonan-guyonan disampaikan dengan bahasa asing. Meski dikemas modern, nilai filosofis sebuah wayang tetap tertanam dalam lakon ini.
“Kegiatannya bagus, anak-anak yang tidak tahu wayang menjadi tahu, interaktif, ada games-nya sehingga memacu kita ingat sama apa yang ditampilkan tadi. Baru kali ini saya melihat wayang dan langsung suka karena lakon wayangnya memakai bahasa gaul jadi seru.
Harapan ke depan lebih dikembangkan lagi agar generasi muda bisa mencintai dan menjaga budaya Indonesia. Orang luar negeri saja sampai mengorbankan kesini untuk belajar kebudayaan kita, masa kita nggak?” ujar Fatimah Setyawati, siswi SMPN 115 Jakarta di Gallery Indonesia Kaya 18 November 2015.
Wayang in Town – Journey in A Thousand Years diadakan di Galeri Indonesia Kaya dari 17-18 November 2015. Dihadiri oleh Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Ketua Senawangi Suparmin Sunjoyo, Ketua UNIMA T. A Samodra Sriwidjaja, Ketua Pepadi Kondang Sutrisno dan Dosen Program Studi Jawa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Dwi Woro Retno Mastuti. Melalui kegiatan ini, BCA mengajak 600 pelajar yang diundang berasal dari 19 sekolah tingkat SMP dan SMU di Jakarta dan Tangerang untuk mengenal wayang lebih dalam melalui sejumlah pergelaran, talk show, dan kompetisi.
Halaman Selanjutnya