Ini Dampak dari Rencana Ahok Hapus Premium

SPBU Swalayan
Sumber :
  • VIVAnews/Arie Dwi Budiawati
VIVA.co.id
- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berencana menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium di Jakarta. Alasan penghapusan BBM jenis Premium ini agar subsidi premium tersebut dapat dialihkan untuk subsidi transportasi umum.


Menanggapi hal itu, Direktur Pemasaran PT Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan, jika Premium dihapuskan, maka hal itu akan membuat impor premium Indonesia menjadi berkurang. Berdasarkan data Pertamina saat ini, Indonesia masih mengimpor BBM jenis premium dengan porsi di atas 50 persen. 


"Kalau
enggak
pakai premium berarti pindah pakai pertalite atau ke pertamax, nah ini berarti impor premium tentu akan berkurang," kata Ahmad Bambang ditemui di Komisi VII DPR RI, Selasa 2 Februari 2016.


Jika konsumsi premium dialihkan kepada BBM jenis Pertalite atau Pertamax, menurutnya juga akan bisa meningkatkan produksi dalam negeri. "Karena kebetulan pertalite juga sudah diproduksi sendiri semua. Sementara itu, pertamax sudah banyak yang diproduksi sendiri. Jadi tidak masalah," katanya.

Premium Mulai Dihapus dari Pasaran

Namun, rencana penghapusan BBM ini, kata dia, mesti harus dibicarakan dengan pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral. Ia mengatakan pihaknya juga akan mengusulkan rencana orang nomor 1 di DKI Jakarta itu kepada Kementerian ESDM.
Menteri Susi Sebut Izin Reklamasi Kewenangan Ahok

Dirjen Migas, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja.

Premium Mau Ditarik dari Pasaran, Ini Tahapannya

Tapi Menteri Arcandra belum mengetahui rencana ini.

img_title
VIVA.co.id
9 Agustus 2016