Ini Penyebab Kepercayaan Konsumen di RI Turun

Suasana di suatu pusat perbelanjaan di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

VIVA.co.id – Meningkatnya kekhawatiran konsumen terhadap kenaikan harga dan kelangkaan lapangan pekerjaan membuat Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Mei 2016, seperti yang disurvei Danareksa Research Institute, turun sebesar 1,4 persen menjadi 97,8.

Damhuri Nasution, Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, mengungkapkan makin banyak konsumen yang khawatir harga-harga akan naik. Jumlah mereka bertambah dari 69,9 persen menjadi 74,2 persen. Sedangkan jumlah yang khawatir terhadap kelangkaan pekerjaan juga naik, dari 37,2 persen menjadi 38,2 persen.

"IKK Mei 2016 melanjutkan pelemahan yang telah terjadi pada bulan sebelumnya, tercatat April 2016 IKK telah turun sebesar 2 persen. Meski, level IKK pada Mei 2016 kembali turun tetapi masih relatif cukup tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu," tutur Damhuri.

Dari dua komponen pembentuk IKK Mei 2016, tercatat satu mengalami penurunan dan satu komponen masih meningkat. Komponen yang meningkat adalah Indeks Situasi Sekarang (ISS) naik sebesar 0,3 persen menjadi 78,2, sedangkan Indeks Ekspektasi (IE) turun sebesar 2,3 persen menjadi 112,5.

"ISS naik karena konsumen memberi penilaian yang lebih baik terhadap keadaan ekonomi nasional saat ini, sementara IE yang turun sebagian besar disebabkan penurunan optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi dan lapangan kerja enam bulan mendatang," ujar dia.

Damhuri mengungkapkan, dengan turunnya optimisme masyarakat terhadap ekonomi enam bulan ke depan, rencana konsumen membeli barang tahan lama juga alami penurunan menjadi 27,2 persen dari bulan lalu sebesar 29,3 persen. Angka tersebut juga lebih rendah dari periode sama tahun lalu sebesar 31,2 persen.

Sementara itu, dalam survei IKK Mei 2016 juga mencatat konsumen yakin bahwa tekanan inflasi akan meningkat enam bulan mendatang dengan indeks sentimen terhadap inflasi naik 3,3 persen menjadi 188,8. Peningkatan inflasi disebabkan ekspektasi naiknya harga pangan jelang Ramadhan dan Idul Fitri.

"Selain naiknya harga pangan jelang Ramadan dan Idul Fitri yang jatuh pada Juni 2016, Tekanan inflasi juga naik karena ekspektasi meningkatnya biaya pendidikan enam bulan mendatang karena tahun ajaran baru sekolah yang dimulai pada Juli-September," ujar dia.

Kepercayaan pada pemerintah

Sedangkan, untuk kepercayaan terhadap kemampuan pemerintah dalam melaksanakan tugas-tugasnya pada Mei 2016, Damhuri mengungkapkan telah terjadi penurunan sebesar tiga persen menjadi 94,7. Survei Indeks Kepercayaan Konsumen terhadap Pemerintah (IKKP) tersebut kembali turun setelah pada April turun 1,4 persen.

Tiga komponen yang membentuk IKKP Mei 2016 masing-masing tercatat satu alami penurunan dan dua komponen meningkat, seperti pada komponen kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga turun 11,7 menjadi 68,6, sedangkan komponen kemampuan Pemerintah dalam menyediakan dan menjaga fasilitas umum naik sebesar 0,9 persen menjadi 111,9.

Isu Perombakan Kabinet, Golkar Siapkan Kadernya

Laporan: Dusep Malik

(ren)

Harga-harga Terus Meroket
Pasar Murah di Kediri

Ritual atau Salah Urus?

Kenaikan harga bahan pokok saat Ramadan jadi ritual. Salah urus?

img_title
VIVA.co.id
13 Juni 2016