Stadion Mandala Krida Siap Tampung Klub Musafir Liga 1

Foto aerial stadion Mandala Krida di Baciro, DI Yogyakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

VIVA – Liga 1 akan kembali digelar pada Oktober 2020. Kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia itu sempat dihentikan sementara karena pandemi virus corona.

Markas PSIM Yogyakarta Stadion Mandala Krida Dinilai 'Cukup' Gelar Liga 2

Dalam lanjutan Liga 1 nanti, sejumlah tim dari luar Jawa akan dipusatkan di satu lokasi. Salah satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

(Baca juga: Protokol Kesehatan Liga 1 Disetujui Kemenkes, Langkah Selanjutnya Apa?)

Champion SAC Indonesia 2022 Diramaikan 3123 Pelajar, Wakil SMPN 4 Wonosari Curi Perhatian

Ada tiga stadion di DIY yang bisa dipakai menjadi markas sementara, yaitu Stadion Maguwoharjo (Kabupaten Sleman), Stadion Mandala Krida (Kota Yogyakarta), dan Stadion Sultan Agung (Kabupaten Bantul).

Stadion Mandala Krida yang selama ini menjadi markas kontestan Liga 2 PSIM Yogyakarta, telah disiapkan. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM, Wendi Umar menyatakan kesiapan apabila akan dipakai oleh tim Liga 1.

Pejabat DIY Tersangka Korupsi di KPK, Sultan HB: Saya Tidak Akan Bantu

Wendi menuturkan kendala penggunaan Stadion Mandala Krida adalah belum bisa dipakai untuk pertandingan malam. Kondisi ini karena belum adanya fasilitas lampu penerangan.

"Harapan kita nantinya Stadion Mandala Krida juga bisa digunakan oleh tim Liga 1. Meskipun kita ketahui yang sedianya pelaksanaannya bisa dilakukan sore dan malam mungkin karena belum ada fasilitas lampu, bisa dilaksanakan sore hari," ujar Wendi saat dihubungi, Jumat 17 Juli 2020.

(Baca juga: Yogyakarta, Tempat Lahirnya PSSI yang Terdepak dari Piala Dunia U-20)

Wendi menyebut pihak Panpel PSIM telah menyiapkan protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona di tiap laga. Dalam regulasi baru tentang acuan pertandingan tanpa penonton dan pembagian ring di dalam stadion sudah tersosialisasikan.

"Jadi nanti semua sudah ada regulasinya. Dibatasi orangnya di dalam stadion, baik itu wartawan, pemain, ofisial. Terus nanti tiga hari pada waktu kedatangan (tim) itu dicek kesehatannya. Nanti waktu di hari H dicek lagi, baik itu pemain, perangkat, maupun panpel sendiri," ungkap Wendi.
 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya