Marcio Souza Bantah Dirinya Terima Suap

Pemain Perseman, Marcio Souza (kuning)
Pemain Perseman, Marcio Souza (kuning)
Sumber :
  • Antara/Sigid Kurniawan

VIVAbola – Marcio Souza membantah tudingan terhadap dirinya yang dianggap telah menerima uang suap dari bandar judi saat membela Perseman Manokwari menghadapi Persepar Palangkara pada babak play off IPL, beberapa waktu lalu.

Kepada awak media di Bandung, Rabu 30 Oktober 2013, Marcio mencurahkan isi hatinya yang kadung dibuat kecewa dengan tuduhan tersebut. Apalagi sebelumnya ia mendapatkan tindak kekerasan dari beberapa rekannya usai laga melawan Persepar.

Mantan striker Persib tersebut, menyatakan dirinya memang sudah tidak lagi memiliki semangat bertanding ketika membela Perseman kontra Persepar. Tapi ia pun memiliki alasan kenapa semangatnya melorot. Semuanya karena selama 8 bulan terakhir, Marcio bermain tanpa ada kejelasan pembayaran gaji.

"Waktu lawan Persepar saya sudah tak memiliki semangat bertanding. Karena saya kecewa dengan sikap pengurus klub yang tak kunjung membayar gaji. Yang membuat saya kecewa lagi, manajer (Ishak Krey) mengatakan kalau gaji yang 4 bulan menghilang,” terang Marcio.

Menurut Marcio, selama karier sepak bolanya selama ini, bermain di Perseman merupakan yang terburuk. Sebelumnya Marcio pun pernah mengalami masalah tidak dibayar gajinya ketika membela Deltras Sidoarjo. Namun, kala itu manajemen Deltras akhirnya melunasinya di akhir kompetisi.

"Sejak bergabung, saya baru sekali di gaji. Lalu dikeroyok rekan setim dan dituduh menjual pertandingan. Ini pengalaman terburuk selama karier saya. Saya hanya ingin mengambil hikmah dari semua kejadian ini. Saat ini saya akan tetap menagih hak saya yang belum dibayar selama 8 bulan,” tambah pemain yang beberapa waktu lalu sempat dimasukan dalam daftar hitam PT Liga itu.

Sebelumnya Marcio sempat melaporkan semua persoalan yang dihadapinya ke Polrestabes Bandung, Selasa 29 Oktober 2013. Termasuk masalah ancaman pembunuhan yang diterimanya. Ia pun meminta perlindungan kepada PSSI dan Kedutaan Besar Brasil di Indonesia.