Javier Tebas Kembali Pimpin LaLiga

Presiden LaLiga, Javier Tebas
Sumber :
  • LaLiga

VIVA – Javier Tebas kembali terpilih menjadi ketua LaLiga untuk ketiga kalinya. Tebas memimpin LaLiga sejak 2013 lalu.

img_title Pedas! Presiden La Liga Semprot Gianni Infantino Gara-gara Ini

Tebas saat itu menggantikan posisi dari Jose Luis Astiazaran. Sejauh ini, kinerja dari Tebas dinilai cukup baik.  
Dikutip dari Football-Italia, seharusnya pemilihan presiden baru LaLiga akan berlangsung pada Oktober 2020. Namun pria berusia 57 tahun ini, sudah ditetapkan sebagai presiden tanpa ada lawan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah mengikuti presentasi, dan hanya ada satu kandidat untuk calon presiden. Dan ini berlaku, Javier Tebas ditetapkan secara definitif sebagai Presiden LaLiga untuk empat tahun ke depan, tanpa perlu mengadakan rapat umum luar biasa," tulis pernyataan resmi dari LaLiga. 

img_title Menang 2-1 di Derby Madrid, Real Madrid Hancurkan Mimpi Atletico

Sementara itu, beberapa kali Tebas bersebarangan dengan presiden federasi sepakbola Spanyol (RFEF), Luis Rubiales. Perbedaan pendapat tersebut membuat keduanya menjadi pembicaraan di Spanyol. 

Beberapa isu yang membuat kedua bersebrangan adalah, penundaan laga El Clasico beberapa waktu lalu. El Clasico seharusnya digelar Oktober namun ditunda karena masalah keamanan. 

img_title Presiden LaLiga: Patrick Kluivert Bakal Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026

LaLiga ingin digelar pada Sabtu di bulan Desember, untuk memaksimalkan media global. Namun RFEF mengusulkan 18 Desember dan disepakati oleh Real Madrid dan Barcelona. 

Kemudian Tebas telah menentang keputusan dari RFEF untuk menggelar Piala Super Spanyol yang akan dihelat di Arab Saudi pada bulan depan. Tebas menilai, Arab Saudi bertanggung jawab atas pembajakan siaran pertandingan di Eropa.

Presiden LaLiga, Javier Tebas

Real Madrid Tuntut Presiden La Liga Javier Tebas Mundur Usai Bandingkan Klub dengan Propaganda Nazi

Real Madrid menuntut Javier Tebas mundur dari Presiden La Liga dan Wakil Presiden RFEF setelah membandingkan metode komunikasi klub dengan propaganda Nazi.

img_title
VIVA.co.id
17 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut